AS China Sepakat, Rupiah dan IHSG Sama-Sama Ditutup Menguat | Cek&Ricek
Sumber: Antara

AS China Sepakat, Rupiah dan IHSG Sama-Sama Ditutup Menguat

Ceknricek.com -- Pasar keuangan merespon positif penandatanganan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Hal ini tercermin dari perdagangan Kamis (16/1) dimana nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup menguat.

Seperti dikutip dari Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (16/1) ditutup di level Rp13.643 per dolar AS, menguat 53 poin atau 0,38 persen dibanding level penutupan hari sebelumnya. Dibandingkan mata uang Asia lainnya, Rupiah menjadi mata uang yang mengalami penguatan paling tinggi penguatannya terhadap dolar AS.

Setelah rupiah, ada ringgit Malaysia yang naik 0,29 persen, yuan China naik 0,17 persen, dolar Singapura yang naik tipis 0,02 persen, serta Taiwan yang naik 0,003 persen.

Adapun mata uang Asia lainnya berada di zona merah antara lain Won Korea (0,38 persen), rupee India (0,20 persen) dan peso Filipina (0,17 persen), baht Thailand (0,16 persen), yen Jepang (0,06 persen), serta dolar Hong Kong (0,02 persen).

Sementara itu, IHSG ditutup naik tipis 2,68 poin atau 0,04 persen ke 6.286,05. Beberapa indeks sektoral yang naik antara lain sektor perkebunan yang memimpin 1,48 persen, diikuti sektor perdagangan dan jasa (1,09 persen), sektor industri dasar (0,66 persen) dan sektor tambang (0,64 persen).

Sektor yang mengalami pelemahan adalah aneka industri yang turun 0,88 persen, sektor infrastruktur (0,49 persen), sektor keuangan melemah (0,30 persen) dan sektor konstruksi dan properti (0,28 persen).

Total volume transaksi bursa mencapai 7,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,18 triliun. Sebanyak 195 saham menguat. Ada 189 saham turun harga dan 169 saham flat. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 731 miliar di seluruh pasar.

Baca Juga: AS dan China Akan Tandatangani Pejanjian Tahap 1 Pekan Depan

Sekadar informasi, Amerika Serikat dan China menandatangani kesepakatan perdagangan awal (fase I) pada Rabu (15/1), yang akan menurunkan beberapa tarif dan meningkatkan pembelian China atas produk-produk AS.

"Bersama-sama kita memperbaiki kesalahan masa lalu dan mewujudkan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan. Jauh melampaui kesepakatan dagang ini, ini akan mengarah pada perdamaian dunia yang lebih kuat," kata Trump seperti dilansir BBC.

Hal ini meredakan perselisihan 18 bulan antara ekonomi dua negara terbesar di dunia itu, meski menyisakan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait