Foto: Istimewa

Bali and Papua are Indonesia

Ceknricek.com -- “Saya belum pernah ke Indonesia tapi sering ke Bali”. Ini adalah jawaban dan pernyataan yang sering kita dengar di luar negeri sehabis kita bicara atau menjelaskan tentang Indonesia. Kita geli bercampur kesal dan terkadang juga dongkol dan saya rasa itu normal. Rasanya kita sudah habis-habisan mempromosikan Indonesia tapi masih banyak juga ternyata yang belum ngeh Bali adalah bagian dari kita. Sebagai orang Indonesia, pastilah kita penasaran kerancuan ini bermula dari mana dan sejak kapan.

Saya coba buka Google untuk cari tahu sejarah promosi Bali dalam berbagai ragam dan bentuknya. Saya mulai dari pariwisata karena dari sinilah Bali dikenal dunia. 

Bali and Papua are Indonesia
Sumber: bisniswisata.co.id

Dugaan saya ternyata benar, promosi pariwisata Bali sejak zaman Hindia Belanda jarang dikaitkan dengan Indonesia. Bali dipromosikan seperti sebuah negara sendiri. Ini berbeda dengan beberapa destinasi di Asean, sebagai contoh Pattaya dan Phuket. Kedua tempat eksotis ini hampir tidak pernah lupa mencantumkan nama Thailand dibelakangnya. Sama halnya dengan Langkawi yang selalui diikuti dengan negaranya, Malaysia. Ironisnya “kekeliruan” ini kita pertahankan hingga kini. Promosi Bali sebagai destinasi pariwisata nomor satu jarang diikuti dengan kata Indonesia. Kita selama ini berkeyakinan dunia tahu Bali itu adanya di Indonesia tapi kenyataannya sebagaimana cerita saya diatas--ternyata tidak.

Bali and Papua are Indonesia
Sumber: Balipost.com

Baca Juga: Bertemu Menteri Wishnutama, Dubes Tantowi Ingatkan Visi "One Pacific Destination"

Dalam konteks yang sama namun dengan latar belakang berbeda, Papua di luar negeri juga sering dianggap dan bahkan untuk kepentingan politik kelompok tertentu diposisikan sebagai bukan bagian dari Indonesia. Penyebabnya macam-macam namun bisa dikelompokkan menjadi dua saja agar sederhana; Sosial Budaya dan Politik. Kekurangaktifan kita untuk mempromosikan Papua dengan keunikannya sebagai provinsi dengan penduduk berumpun Melanesia menjadi penyumbang signifikan ketidaktahuan dunia bahwa Papua adalah juga Indonesia. Image Indonesia sebagai negara Asia yang mayoritas penduduknya dari ras Melayu sudah lama terbangun. Sehingga ketika dunia melihat ada rakyat Indonesia dari ras Melanesia, mereka jengah. Celah ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Papua dalam NKRI untuk memprovokasi Papua lepas dari Indonesia.