Cegah Penularan Covid-19, Hati Hati Makan Bersama | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Sumber: Istimewa

Cegah Penularan Covid-19, Hati Hati Makan Bersama

Ceknricek.com--#MediaLawanCovid19 pernah meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Hati-hati Makan Bersama” pada Senin Februari 2021 lalu. Kampanye “Hati-hati Makan Bersama” dipublikasikan secara serentak di berbagai platform media, baik di jaringan televisi, radio, majalah, koran, media siber maupun media sosial.

Aksi ini menindaklanjuti kampanye-kampanye #MediaLawanCovid19 sebelumnya yang dimulai pada 24 Maret 2020. Sejumlah tema kampanye yang pernah terbit antara lain: Jaga Jarak, Jangan Lengah, Jangan Mudik, Aman Pakai Masker, dan Peduli Sekitar Kita. 

Kampanye “Hati-hati Makan Bersama” kali ini merupakan kerjasama #MediaLawanCovid19 dengan Gerakan Pakai Masker (GPM). GPM adalah gerakan nirlaba yang diprakarsai para tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis senior, tokoh perempuan, dan para profesional untuk membantu saudara- saudara sebangsa yang terdampak krisis.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut penularan Covid-19 tertinggi saat makan bersama keluarga atau kerabat.Seorang dokter yang juga relawan Covid-19, Muhammad Fajri Adda'I, mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga, karena dipikir aman.

Satgas pun tak henti-hentinya berpesan untuk tetap menerapkan protocol kesehatan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan risiko penularan Covid-19 tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100%. Dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35%, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45%. Apabila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70%, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85%.

“Kita harus terus bersama-sama dengan pemerintah melakukan kewajiban 3T [testing, tracing, treatment], dan masyarakat menjalankan 3M. Kita sama-sama ambil bagian sebagai subjek penanganan pandemi ini,” kata dokter Fajri.

Dengan menggunakan masker, penularan Covid-19 bisa ditekan jauh. Lalu, perilaku menjaga jarak terutama di ruangan tertutup mengurangi risiko tertular lebih besar lagi.

“Apabila terpaksa di ruangan tertutup, buka semua ventilasi, dan jangan terlalu berkerumun dan menghindari ruangan dengan ventilasi yang buruk. Yang lebih baik, dengan melakukan pertemuan virtual apabila diperlukan,” imbau Fajri.

"Kemudian pentingnya cuci tangan adalah untuk menghindari kuman atau virus yang tidak sengaja tertempel karena droplet di ruangan ber-AC bisa bertahan sampai beberapa minggu. Ini bisa menginfeksi apabila kita tidak sengaja mengucek mata, sehingga saya menyarankan cuci tangan dengan sabun di air mengalir,” pungkas Fajri.


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait