China: RCEP Tak Sesuai Harapan Semua Pihak | Cek&Ricek
Sumber: Antaranews

China: RCEP Tak Sesuai Harapan Semua Pihak

Ceknricek.com -- Pemerintah China memaklumi bahwa kesepakatan Kemitraan Ekonomi Regional secara Menyeluruh (Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP) yang dirampungkan di Konferensi Tingkat Tinggi Bangkok, Thailand, belum memenuhi harapan semua pihak. Meski demikian, RCEP masih diyakini mampu meningkatkan integrasi ekonomi regional dengan merajut rantai industri yang memberikan nilai tambah bagi negara anggota.

"Kami memahami bahwa kemajuan yang dicapai tidak cukup memenuhi harapan semua pihak, tetapi masih bisa menginspirasi mereka berkomitmen atas prinsip-prinsip perjanjian yang ditandatangani tahun depan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang di Beijing, Selasa (5/11) seperti dilansir Antara.

"Kemajuan penting telah dibuat dalam negosiasi RCEP. Semua pihak tetap berhubungan erat. Inilah pesan yang menggembirakan mengenai dukungan negara-negara di kawasan Asia Timur terhadap multilateralisme dan perdagangan bebas pada saat berhadapan dengan unilateralisme dan proteksionisme," tambah Geng.

Sumber: South China Morning Post

Sekadar informasi, RCEP sebagai perjanjian perdagangan bebas terbesar dan paling penting di Asia-Pasifik yang terdiri dari 10 anggota ASEAN ditambah China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan India. China berharap semua pihak yang berkepentingan di dalam RCEP untuk melanjutkan negosiasi yang konstruktif demi mencapai tujuan bersama yang substantif sesegera mungkin.

Baca Juga: Presiden Minta Rivalitas Diubah Jadi Kerja Sama di Kawasan Indo-Pasifik

China memandang ASEAN sebagai prioritas utama diplomasi dalam meningkatkan kerja sama Prakarsa Sabuk Jalan (Belt and Road Initiative). China telah berkontribusi dalam program pembangunan konektivitas ASEAN melalui beberapa proyeknya, di antaranya jaringan kereta api China-Thailand, jaringan kereta api China-Laos, dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Dengan semangat Jalur Sutera, kami ingin terus bekerja sama dengan ASEAN dalam menyinergikan kebijakan pembangunan, pembangunan infrastruktur, perdagangan bebas, kerja sama keuangan, pertukaran antarmasyarakat, peningkatan kualitas, pembangunan berbasis masyarakat yang berkesinambungan, dan kemakmuran masyarakat China-ASEAN pada masa-masa mendatang," ucap Geng.

KTT RCEP digelar di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, 31 Oktober hingga 4 November kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkapkan harapannya agar KTT RCEP di Bangkok itu dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesempatan berikutnya yang rampung pada 2020.

Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari seluruh negara RCEP selama tujuh tahun perundingan berlangsung. Presiden Jokowi juga memahami bahwa naskah perjanjian masih belum mencakup kepentingan semua negara anggota RCEP.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait