Sumber: Detik.com

Dalam Nuansa Batik, Presiden Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa Soal Sawit

Ceknricek.com -- Nuansa batik mewarnai pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10). Rombongan tamu negara maupun tim tuan rumah seluruhnya mengenakan busana kemeja batik. Begitu pun dengan Presiden Jokowi dan PM Mark Rutte.

PM Belanda Mark Rutte tiba sekitar pukul 10.55 WIB. Mengenakan kemeja batik warna cokelat, kedatangannya disambut oleh Presiden Jokowi.

Dalam Nuansa Batik, Presiden Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa Soal Sawit
Sumber: Setkab

Sebelum memasuki Istana Kepresidenan, Presiden Jokowi memperkenalkan sejumlah pejabat yang mendampinginya, di antaranya Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Selanjutnya, Presiden dan Mark Rutte memasuki Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor untuk sesi foto bersama dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu.

Dalam Nuansa Batik, Presiden Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa Soal Sawit
Sumber: Tempo

Presiden kemudian mengajak Mark Rutte menuju Veranda Talk dan dilanjutkan dengan penanaman pohon. Pertemuan diakhiri dengan keterangan pers bersama.

Mitra Terbesar Eropa

Dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri Mark Rutte, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan dukungan Pemerintahan Kerajaan Belanda dalam menghadapi kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit.

“Saya juga menghargai kerja sama yang baru saja ditandatangani oleh Indonesia dan Belanda di New York, tanggal 26 September 2019 yang lalu, mengenai pengembangan kapasitas petani sawit untuk menghasilkan kelapa sawit yang baik,” kata Presiden Jokowi.

Dalam Nuansa Batik, Presiden Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa Soal Sawit
Foto: Setkab

Baca Juga: Ironi Kelapa Sawit: Keruh di Hulu, Bersih di Hilir

Sebelumnya Presiden mengatakan, Belanda merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Eropa, baik di bidang perdagangan, investasi maupun pariwisata. Di antara negara-negara Eropa, Belanda merupakan mitra perdagangan nomor 2 terbesar dan mitra investasi nomor 1 dan mendatangkan wisatawan nomor 4 terbesar dari Eropa.

Presiden menegaskan, di tengah situasi perekonomian dunia yang mengalami tren pelemahan, kita perlu berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi dengan banyak mitra, termasuk dengan Belanda.

“Di bidang perdagangan kita sepakat untuk terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan fair,” tegas Presiden seraya menambahkan, dalam konteks ini ia menyampaikan kembali concern Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit.

Sementara di bidang investasi, Presiden Jokowi mengajak Belanda untuk meningkatkan kemitraan di bidang infrastruktur maritim dan pengelolaan air.

Bidang Vokasi

Presiden Jokowi menjelaskan, dalam 5 (lima) tahun ke depan, Indonesia akan memberikan prioritas kepada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, pendidikan menjadi sangat penting artinya terutama pendidikan vokasi.

Dalam Nuansa Batik, Presiden Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa Soal Sawit
Sumber: Sindo

Dalam pertemuan dengan PM Mark Rutte itu, menurut Presiden, juga dibahas upaya meningkatkan kerja sama di bidang vokasi, termasuk di bidang kemaritiman dan keperawatan.

Sebagai penutup, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Belanda yang secara konsisten tegas menghormati kedaulatan Negara Republik Indonesia. (Setkab)

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait