Dirut Asabri Klaim Operasional Perusahaan Berjalan Baik dan Normal | Cek&Ricek
Foto: Detik

Dirut Asabri Klaim Operasional Perusahaan Berjalan Baik dan Normal

Ceknricek.com -- PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) angkat bicara seputar dugaan korupsi yang terjadi di badan usaha pelat merah itu. Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (13/1), menyampaikan kondisi operasional perusahaan berjalan baik dan normal.

"Kegiatan operasional Asabri terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," ujarnya.

Sonny menambahkan, sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, terdapat beberapa penurunan nilai investasi Asabri yang sifatnya sementara. Namun demikian, manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut. "Dalam melakukan penempatan investasi, Asabri senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi," kata Sonny.

Sumber: Liputan6

Menurut dia, Asabri selalu mengedepankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) dan patuh terhadap Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya. Manajemen Asabri terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta Asabri dan para pemangku kepentingan atau stakeholders.

Minta Kejelasan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, berencana memanggil Menteri BUMN dan Menteri Keuangan untuk meminta kejelasan soal dugaan korupsi di Asabri.

"Dalam waktu tidak lama, saya akan undang Bu Sri Mulyani (Menkeu), sebagai penyedia dana negara dan Bapak Erick Thohir sebagai Menteri BUMN," kata Mahfud, Jumat (10/1).

Sumber: Kompas

Mahfud ingin menanyakan duduk permasalahan atas kasus Asabri, mengingat perusahaan itu berstatus badan usaha milik negara (BUMN) dan diperkirakan kerugian negaranya cukup besar. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kasus Asabri, termasuk keterlibatan pihak-pihak tertentu yang belum tentu kebenarannya.

Baca Juga: Setelah Kasus Jiwasraya, Aroma Korupsi Menyeruak dari Asabri

"Ya, nanti dilihat saja lah perkembangannya. Tidak usah berspekulasi si A terlibat, ini terlibat. Tidak ada itu. Pokoknya presiden sudah memerintahkan gebuki semua yang korupsi itu. Jangan ditutup-tutupi," katanya pula.

Sebagaimana pemberitaan di berbagai media, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019, dan penurunan harga saham dapat mencapai lebih dari 90 persen sepanjang tahun.

Rombak Direksi

Secara terpisah, Kementerian BUMN memastikan akan merombak jajaran Direksi PT Asabri (Persero) yang tengah diterpa masalah akibat isu rontoknya beberapa investasi saham hingga dugaan korupsi diatas Rp10 triliun yang disuarakan Menko Polhukam Mahfud MD.

Sumber: Kompas

"Iya, pasti segera (dirombak)," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

Kartika mengungkapkan, perombakan jajaran Direksi Asabri akan segera dilakukan. Kendati begitu, sejauh ini ia belum bisa menyebutkan siapa saja tokoh yang akan terkena perombakan tersebut, dan masih harus terus mendiskusikannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Selain dengan Erick Thohir, Kementerian BUMN juga akan berunding dengan Mahfud MD selaku Menko Polhukam. Menurut rencana, pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada akhir pekan ini.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait