Foto: Humas Sekretaris Kabinet

Hari Disabilitas Internasional, Jokowi Pakai Bahasa Isyarat

Ceknricek.com - Sebuah peringatan Hari Disabilitas Internasional digelar Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) di halaman parkir Mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/12). Acara ini mengangkat tema “Indonesia Inkusi dan Ramah Disabilitas”.

Acara yang dihadiri penyandang disabilitas ini didatangi pula oleh orang nomor satu Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sambutannya, Jokowi mencoba menyapa peserta dengan menggunakan bahasa Isyarat.

Saya cinta bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian,” ucap Jokowi sembari menggerakan jari tangan dengan bahasa Isyarat. “Kalau salah dimaafkan, karena baru saja tadi pagi belajar,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Jokowi memberikan apresiasi tinggi pada penyandang disabilitas yang memiliki banyak prestasi. Pada Asian Para Games ke-3 yang diselenggarakan Oktober lalu di Jakarta, Indonesia berhasil meraih posisi kelima dengan mengantongi 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu. Hasil tersebut jauh melampau capaian pada gelaran sebelumnya di tahun 2014, yakni peringkat 9 dengan 9 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Hadiahnya (bagi peraih medali) sama dengan Asian Games. Emas dapat 1,5 miliar, perak dapat 500 juta, perunggu 250 juta,” kata Jokowi.

Tidak hanya Asian Para Games, presiden juga memberikan penghargaan kepada penyandang disabilitas dengan berbagai prestasi di bidang lain. Seperti Ahmad Subandi yang membuat robot dari barang bekas, Agung Heli Zafar pelukis, dan Sinta Utami yang meraih MURI setelah mengelilingi Indonesia dengan sepeda motor selama 1 tahun 4 hari.

Saya berpesan kepada semua yang di sini untuk selalu percaya diri, bekerja keras, dan berinovasi dalam meraih prestasi-prestasi yang ada,” ungkap Jokowi, seperti dikutip Sindonews.


Tentang Hari Disabilitas Internasional

Tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (International Day of Disabled Persons) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peringatan ini telah ditetapkan sejak tahun 1992 berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB 47/3.

Peringatan yang dilaksanakan setiap tahun ini bertujuan untuk mempromosikan hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang masyarakat dan pembangunan. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin sadar dengan situasi para penyandang disabilitas, dapat aspek apapun mulai politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Dikutip dari laman resmi PBB, tema peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini yaitu memberdayakan penyandang disabilitas dan memastikan inklusivitas dan kesetaraan. Tema ini berfokus pada pembangunan inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan.

Agenda tersebut menyebutkan bahwa tidak akan meninggalkan siapa pun, tentu termasuk para penyandang disabilitas. Mereka sebagai penerima manfaat dan agen perubahan untuk percepatan proses pembangunan.

Segala pihak, baik pemerintah, penyandang disabilitas dan organisasi-organisasi terkait, lembaga akademis, beserta sektor swasta harus menjadi tim yang solid. Semua harus bekerja sama agar mewujudkan tujuan besar, pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDG)

Sekretaris Jenderal PBB meluncurkan laporan berjudul “UN Flagship Report on Disability and Development | 2018 – Realizing the SDGs by, for and with persons with disabilities” (Laporan Utama PBB tentang Disabilitas dan Pembangunan | 2018 – Mewujudkan SDG oleh, untuk, dan dengan penyandang disabilitas).

Salah satu poin laporan tersebut menyebutkan kesulitas penyandang disabilitas di negara-negara Asia Pasifik. Mobilitas penyandang disabilitas terbatas sehingga menghambat mereka dalam mengakses layanan publik dan fasilitas kesehatan.