Foto: Reuters

Hong Kong Kembali Membara, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Ceknricek.com -- Setelah proses pemilihan umum lokal Hong Kong yang berjalan dengan aman dan damai, kerusuhan kembali terjadi di wilayah administratif milik China itu. Pada Minggu (1/12), massa kembali melakukan unjuk rasa anti-pemerintah China yang memaksa polisi harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran.

Pekik, "Waktu Kami untuk Revolusi" dan "Bebaskan Hong Kong" menggema selama protes yang berlangsung di Distrik Tsim Tsa Tsui itu. Ratusan orang berpawai ke Konsulat Amerika Serikat untuk menunjukkan tanda terima kasih atas dukungan AS, yang sebelumnya menerbitkan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong.

Situasi tidak kondusif sudah berlangsung enam bulan di wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai pusat keuangan Asia itu. Toko-toko dan bisnis di tutup lebih awal setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa.

Beberapa korban juga berasal dari warga sipil, termasuk sejumlah warga lanjut usia masyarakat yang membawa hewan-hewan peliharaan ketika melintasi kawasan tepi laut di kota. Jejeran hotel mewah dan pusat perbelanjaan berubah menjadi sunyi setelah aksi bentrokan tersebut.

Foto: Reuters

Baca Juga: Trump Tandatangani UU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong

Polisi dilaporkan telah menangkap sejumlah orang, setelah menembakkan gas air mata yang memaksa ratusan orang menyelamatkan diri ke arah pelabuhan.

"Kami melakukan demonstrasi, aksi protes yang damai, dan melobi para dewan. Tapi banyak yang kami lakukan gagal. Masih ada lima permintaan yang harus dikabulkan!," kata Felix, mahasiswa berusia 25 tahun saat diwawancarai Reuters.

Lima permintaan itu ialah pencabutan RUU ekstradisi, penyelidikan atas dugaan kebrutalan dan pelanggaran polisi, pembebasan para demonstran yang ditangkap, pencabutan label perusuh oleh pemerintah setempat terhadap para demonstran, dan pengunduran diri Ketua Eksekutif Carrie Lam.

Dengan mengibarkan poster-poster bertuliskan "Jangan lupa mengapa Anda memulai" serta bendera-bendera hitam dengan tulisan "Revolusi Sekarang" para demonstran menduduki beberapa jalan utama pada Minggu (1/12). Terlihat para pemuda dan keluarga beserta anak-anak mereka memenuhi jalan-jalan di dekatnya.

BACA JUGA: Cek OLAHRAGA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait