Kebijakan Selamatkan Kehidupan Rakyat di Tengah Multikrisis | Cek&Ricek wardah-colorink-your-day
Foto: Istimewa

Kebijakan Selamatkan Kehidupan Rakyat di Tengah Multikrisis

Ceknricek.com -- Setelah menulis kebijakan atasi krisis corona, kebijakan atasi krisis fiskal, dan kebijakan atasi krisis ekonomi, tulisan ini mengulas kebijakan apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan rakyat di tengah multikrisis yang sedang terjadi.

Setiap krisis yang terjadi, semua lapisan masyarakat akan mengalami masalah ekonomi. Namun bobot "penderitaan" yang dialami berbeda-beda sesuai dengan strata kehidupan masing-masing. Pengusaha akan mengalami kerugian dan berkurangnya modal mereka, orang kaya akan berkurang kekayaannya, masyarakat menengah akan menata prioritas pengeluaran, yang paling berat adalah masyarakat miskin akan mengurangi makanannya !!!

Jika strata tingkat kesejahteraan rakyat dan pola pendapatan dapat digambarkan dengan kebiasaan binatang menyimpan makanannya, maka secara analogi dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Pola atau kepompong ulat. Seperti diketahui bahwa kepompong ulat menikmati makanan yang sudah tersedia sampai kepompong tersebut berubah jadi kupu-kupu. Ini gambaran masyarakat yang persediaan hidupnya sudah cukup sampai berpindah ke alam lain (wafat), bahkan untuk keturunannya pun sudah cukup. Golongan ini adalah golongan masyarakat kaya raya.

2. Pola ular phyton. Ular phyton setelah makan mangsa yang besar maka tidak perlu cari makan lagi sampai waktu yang lama. Artinya memiliki persediaan makanan yang cukup. Golongan masyarakat seperti ini adalah yang memiliki tabungan cukup untuk beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Atau dikenal kelas menengah yang sekali memperoleh pendapatan akan lebih dari cukup untuk kebutuhan bulan itu sehingga bisa menabung.

3. Pola ternak peliharaan. Ternak peliharaan akan bisa makan apabila diberikan makanan  oleh pemiliknya. Masyarakat yang termasuk golongan ini adalah pekerja tetap dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup terbatas.

4. Pola cari makan ayam lepas. Ayam lepas bisa hidup dengan mencari makanan tiap hari untuk bisa hidup hari itu. Jika dia tidak mencari makan hari itu maka dia akan mati. Masyarakat yang termasuk golongan ini adalah yang mendapatkan rezeki dari aktivitas hari ini untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Yang termasuk golongan ini adalah pekerja upah harian, sopir ojol, sopir taksi, buruh angkut dll.

Saat menghadapi krisis, prioritas kebijakan harus dimulai dari bawah ke atas.

Kebijakan harus mengutamakan menyelamatkan kehidupan masyarakat dengan pola pendapatan seperti ayam lepas, diikuti kepada masyarakat dengan pola pendapatan ternak peliharaan, dan berikutnya adalah bagi masyarakat yang pola pendapatanya seperti ular phyton, dan yang terakhir baru menyelamatkan masyarakat yang pendapatannya sudah dalam tahap kepompong.

Baca juga: Kepercayaan:Kunci Mengatasi Krisis

Multikrisis yang sedang terjadi yang dipicu oleh krisis pandemi corona dipastikan akan mengganggu semua strata  ekonomi masyarakat, namun yang paling menderita adalah strata paling bawah.

Kebijakan Selamatkan Kehidupan Rakyat di Tengah Multikrisis
Sumber: Istimewa

Jika pandemi corona makin meluas, meningkat dan tidak terkendali maka pilihan kebijakan akan makin sulit. Apalagi Indonesia dalam waktu bersamaan menghadapi krisis fiskal dengan defisit dan utang yang sangat besar.

Atas uraian tersebut maka pilihan dan urutan prioritas kebijakan untuk menyelamatkan kehidupan rakyat adalah sebagai berikut :

1. Alihkan semua sumber daya (dana, SDM, sarana dan prasarana, serta organisasi) untuk mengatasi pandemi corona agar kehidupan sosial dan ekonomi bisa kembali normal.

2. Alihkan dana APBN untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada kelompok masyarakat yang berpola pendapatan "ayam lepas" - pendapatan harian.

3. Berikan bantuan pemenuhan kebutuhan pokok untuk rakyat miskin.

4. Berikan subsidi listrik, gas dan BBM untuk kelas menengah ke bawah

5. Berikan insentif keringanan pengeluaran kepada golong pendapatan harian dan berpendapatan tetap, seperti keringanan cicilan utang

6. Berikan keringanan pajak kepada golongan masyarakat yang memiliki tabungan cukup jika membelanjakan uangnya untuk membeli produk dalam negeri, produk petani, atau menggerakkan UMKM.

7. Berikan insentif kepada orang kaya yang mengubah tabungannya dari mata uang asing ke mata uang rupiah.

8. Turunkan suku bunga pinjaman untuk pembelian pembelian produk dalam negeri, seperti real estate.

Baca juga: Menata Prioritas Kebijakan Atasi Krisis Corona

Pilihan kebijakan tersebut memang tidak mudah karena kendala utamanya adalah keterbatasan ruang fiskal. Ruang fiskal bisa bertambah dengan cara menghentikan atau menunda berbagai pembangunan, termasuk penundaan pemindahan Ibu Kota.

Dalam menghadapi kesulitan atas pilihan kebijakan saat krisis, maka sikap pemimpin sangat menentukan, apakah memilih menyelamatkan kehidupan rakyat banyak ataukah memilih proyek pencitraan atau proyek legacy pribadi.

Seperti diketahui bahwa kebijakan adalah pilihan bagi pemimpin.

Mari kita tunggu.

BACA JUGA: Cek SOSOK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait