Kenapa Bisa Kesemutan dan Bagaimana Cara Melenyapkannya?

Ceknricek.com - Sewaktu-waktu mungkin Anda pernah merasakan sensasi kaku dan menggelitik pada bagian tangan, jari, paha, dan kaki. Rasanya seperti dikerubungi ratusan semut sehingga orang Indonesia biasa menyebutnya “kesemutan” atau dalam istilah Inggrisnya disebut “pins and needle” (pin dan jarum).

Dalam istilah kedokteran, kesemutan disebut dengan parastesia. Istilah tersebut merujuk pada sensasi pada anggota tubuh tanpa ada rangsangan dari luar tubuh. Namun, Parastesia lebih luas dibandingkan kesemutan karena sensasinya dapat berupa rasa dingin, panas, ditusuk, mati rasa dan tentunya seperti digerayangi semut.

Kondisi kesemutan yang normal dapat terjadi karena masalah di jaringan saraf dan aliran darah yang tidak lancar. Penyebab paling sering adalah bagian tubuh yang tertindih, tertekuk, atau berdiam di posisi duduk dan berdiri yang terlalu lama. Tekanan pada saraf tulang belakang karena cedera juga dapat memunculkan rasa kesemutan.

Hal yang diwaspadai adalah kesemutan yang tidak normal akibat dari penyakit tertentu. Dikutip dari alodokter.com, kesemutan kronis dapat terjadi pada penderita diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, tumor otak, stroke, kanker, multiple sclerosis, ketidakseibangan hormon, dakn kompresi saraf ulnaris.

Beberapa obat juga dapat memicu kesemutan, misalnya obat-obatan kemoterapi, antikejang, antibiotik, dan obat penyakit HIV. Selain itu, paparan zat beracun seperti merkuri, timbal, talium, dan arsenik juga dapat menimbulkan kesemutan.

Efek kesemutan normal memang dengan sendirinya hilang. Untuk menghilangkan perasaan geli lebih cepat, Anda dapat melakukan pemijatan pada bagian yang kesemutan. Tindakan itu akan membuat peredaran darah lebih lancar, sehingga rasa kesemutan berangsur hilang. Anda juga dapat menggoyang-goyangkan bagian yang kesemutan untuk membantu melancarkan peredaran darah. Jika kesemutan terjadi di kaki, usahakan untuk berdiri dan berjalan pelan agar kesemutan cepat mereda.


Tahapan kesemutan

Dikutip dari hellosehat.com, kesemutan terjadi dalam 3 tahap. Pertama, setelah 1-4 menit bagian tubuh semisal tangan atau kaki menerima tekanan berat yang terus menerus, disebut tahap kompresi menggelitik. Di tahap ini, sensasi muncul seperti luapan busa pada minuman soda yang agar samar.

Sepuluh menit setelahnya, tahap kedua yaitu mati rasa terjadi. Selama saraf dan pembuluh darah masih mengalami tekanan, Anda tetap akan merasakan sensasi kebas ini. Saat disentuh, kulit cenderung tidak merasakan apa-apa.

Tahap ketiga yaitu kesemutan terjadi saat tekanan pada bagian tubuh telah diangkat. Saat tahap ini, yang dirasakan adalah sensasi menggelitik dan geli yang tidak nyaman. Saraf perifer yang kembail bekerja, mengirimkan pesan “rasa sakit” kepada otak, sehingga Anda akan merasakan kesemutan.


Mencegah kesemutan

Seperti yang sudah Anda ketahui, berada di posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama dapat memunculkan rasa kesemutan. Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan peregangan otot dengan menggerakan tangan dan berjalan-jalan setiap 30-60 menit sekali.

Kesemutan juga dapat dipicu karena kekurangan beberapa nutrisi seperti vitamin B1, B6, B12, kalsium, kalium, dan natrium. Oleh karena itu, pastikan Anda telah memberikan cukup asupan nutrisi tersebut pada tubuh. Hindari pula minuman yang mengandung alkohol karena dapat membuat defisiensi vitamin B dalam tubuh dan membuat jaringan saraf terganggu.

Mandi atau beredam dengan air hangat sebelum tidur akan membantu melemaskan otot-otot yang tegang di tubuh. Otot yang lebih rileks akan menurunkan kemungkinan munculnya rasa kesemutan saat tidur.

Posisi tidur yang baik juga berpengaruh untuk mencegah kesemutan. Usahakan agar tangan atau kaki tidak tertekan beban yang berkepanjangan, sehingga Anda tidak terbangun dengan perasaan digerayangi ribuan semut di bagian tertentu.

Untuk Anda yang mengalami kesemutan berkepanjangan atau sering, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan.



Berita Terkait