Kisah di Balik Lagu "My Way" Bamsoet untuk Para Pendukungnya | Cek&Ricek
Foto: Dok.Ceknricek.com

Kisah di Balik Lagu "My Way" Bamsoet untuk Para Pendukungnya

Ceknricek.com -- Ini cerita yang tercecer dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Jakarta, 02-05 Desember 2019. Suasana munas yang sempat panas akibat persaingan dua kandidat kuat, Airlangga Hartarto dengan Bambang Soesatyo (Bamsoet) itu, seperti diketahui, mendadak anyep ketika Bamsoet memutuskan mundur sebagai kandidat Ketua Umum Golkar 2019-2024.

Alasan pengunduran diri Bamsoet yang juga Ketua MPR itu rupanya secara khusus ia sampaikan lewat syair lagu My Way yang dibawakan dalam silaturahmi bersama pendukungnya, Jumat (6/12) malam. "And did it my way (dan melakukan semuanya dengan caraku sendiri)," begitu bunyi syair lagu yang dipopulerkan Frank Sinatra itu. 

Hadir dalam acara silaturahmi tersebut antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Paskah Suzetta dan Erwan Soekardja, relawan, Tim Bamsoet dan para pendukung dari DPD I dan DPD II Partai Golkar, juga hadir mantan kandidat Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisyam dan Agun Gunanjar.

Mengutip keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (8/12), Bamsoet menyampaikan terima kasih untuk sahabat yang telah memberinya dukungan baik dalam bentuk doa maupun kerja bersama. Khususnya, sejak ia menerima amanah dari sejumlah elemen untuk maju menjadi kandidat Ketum Golkar pada deklarasi 18 Juli 2019. 

Kisah di Balik Lagu "My Way" Bamsoet untuk Para Pendukungnya
Foto: Dok.Ceknricek.com

Baca Juga: Bamsoet Ajak Bikers Perkuat Persaudaraan dan Rasa Kebangsaan

Menurut Bamsoet, pengunduran dirinya sebagai kandidat Ketum Golkar ditempuh demi kebaikan bersama. Walaupun pada akhirnya ia memilih mundur, namun nilai-nilai yang telah diperjuangkan bersama kandidat lainnya seperti Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisyam dan Agun Gunanjar untuk membesarkan Partai Golkar tak akan pernah padam.

"Kita semua tahu bahwa sebenarnya titik kemenangan sudah terjangkau. Tapi sudahlah. Kita harus dahulukan kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan Partai Golkar," ujar Bamsoet. 

Ia mengungkapkan sama sekali tidak ada kekecewaan baik dalam dirinya maupun pihak yang mendukungnya. Semua berbesar hati menerima fakta politik dan tetap kompak serta semangat dalam membesarkan Partai Golkar. 

"Politik itu seperti cuaca. Ketika matahari bersinar terik, pilihan terbaik adalah berteduh agar tidak gosong. Kita harus sabar menunggu perubahan cuaca. Karena itu, sejak selesainya penyelenggaraan Munas Partai Golkar, tidak ada lagi faksi-faksi. Mari jaga keutuhan barisan yang sudah tersusun. Perjuangan masih terus berlanjut bersama seluruh elemen dan kader Partai Golkar yang lain untuk menjadikan partai ini kembali mandiri dan jaya dimasa mendatang. No sacrifice is wasted," tutur Bamsoet. 

Usai menyampaikan sambutan, Bamsoet pun melantunkan lagu My way. 

Yes, there were times (Ya, memang ada saatnya)

I’m sure you knew (Aku yakin kau tahu)

When I bit off more than I could chew (Kala aku menggigit lebih dari apa  yang dapat kukunyah)

But through it all when there was doubt (Menjalani semuanya saat ada keraguan) 

I ate it up and spit it out (Aku menghabiskannya dan meludahkannya)

I faced it all (Aku menghadapi semua itu) 

And I stood tall (Dan aku berdiri tegak)

And did it my way (Dan melakukan semuanya dengan caraku sendiri)

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait