Foto: Kemenkeu

Menkeu Lantik Suryo Utomo Sebagai Dirjen Pajak

Ceknricek.com -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jumat (1/11). Suryo menggantikan posisi Robert Pakpahan yang sudah memasuki masa pensiun. Saat pelantikannya, Sri Mulyani berharap Dirjen Pajak baru mampu mengawal penerimaan pajak 2019 dalam jangka pendek yang saat ini sedang mengalami tekanan.

"Fokus mencapai target penerimaan pajak yang hari ini mengalami tekanan berat melalui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi secara proper," kata Sri Mulyani.

Menkeu berharap Suryo Utomo bisa meneruskan proses reformasi perpajakan dan pembenahan fundamental yang telah dilakukan selama ini. Salah satunya dengan mengawal pembentukan sistem administrasi (core tax) yang dapat mendorong penerimaan dengan akurat, efisien, dan penuh kepastian.

"Karena ini titipan presiden, agar Dirjen Pajak mampu menjaga momentum penerimaan negara, tapi tidak boleh merusak iklim bisnis dan investasi. Ini kombinasi yang berat dan tidak mudah," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Menkeu Lantik Suryo Utomo Sebagai Dirjen Pajak
Sumber: Businesstoday

Baca Juga: Ini 9 Nama Anggota Komisi Kejaksaan yang Dilantik Presiden Jokowi

Sekadar informasi, Suryo sebelumnya sudah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan sejak 2015. Pria kelahiran Semarang, 26 Maret 1969 ini juga sudah lama berkecimpung di dunia perpajakan. Mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Keuangan pada tahun 1993, pria yang mendapat gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Diponegoro itu dipercaya sebagai Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Pajak.

Ia juga dipercaya sebagai Kepala Seksi PPN Industri pada tahun 1998, sebagai Kepala Seksi Pajak Penghasilan Badan pada tahun 2002, lalu dipromosikan menjadi Kepala Subdirektorat Pertambahan Nilai Industri. Pada tahun 2006, Suryo menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, lalu menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Satu di tahun 2008.

Kariernya kembali meningkat setelah dipromosikan menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I tahun 2009 dan menjadi Direktur Peraturan Perpajakan I tahun 2010. Suryo juga telah menamatkan pendidikan Master of Business Taxation di University of Southern California, Amerika Serikat tahun 1998.

Konsolidasi Internal

Suryo Utomo yang baru dilantik mengaku akan memperkuat konsolidasi internal untuk mengawal penerimaan pajak di sisa tahun 2019. Asal tahu saja, beban kerja sebagai pemimpin tertinggi di otoritas pajak itu sangat menantang, mengingat 70 persen penerimaan APBN berasal dari pajak.

"Kita konsolidasi dulu, kira-kira seperti apa untuk melanjutkan yang kemarin. Kita juga re-mapping kembali yang bisa dipercepat yang mana," ujar Suryo.

Salah satu tantangannya ialah agar realisasi penerimaan pajak bisa sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sekadar informasi, pada tahun 2018 lalu realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.942,3 triliun atau 102,5 persen dari target di APBN.

Menkeu Lantik Suryo Utomo Sebagai Dirjen Pajak
Sumber: Istimewa

"Ke depannya adalah menyelesaikan 2019 dulu yang ada di depan mata. Action dan effort akan kita lakukan. Fokus terhadap penerimaan ini sangat penting karena pendapatan dari sisi pajak mengalami tekanan dan berpotensi meleset jauh dari target,” kata Suryo.

Beberapa tugas yang dipesankan Menkeu kepada Dirjen Pajak baru antara lain mengawal reformasi sumber daya manusia untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas dan integritas pegawai otoritas pajak, penataan organisasi pajak untuk mendorong pengelolaan data yang diperoleh dari internal, pertukaran informasi secara otomatis (AEOI) dan rekam jejak pembayar pajak, serta menghadapi tantangan pemungutan pajak dari sisi teknologi, ekonomi digital dan perdagangan berbasis elektronik (e-commerce).

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait