Foto: Kemkominfo

Menkominfo : Ketahanan Media Ada Pada Profesionalisme Para Jurnalisnya

Ceknricek.com. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan bahwa ketahanan media tergantung pada profesionalisme para jurnalisnya. Hal itu ia sampaikan saat membuka Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jumat (8/2).

Menurut Rudiantara, dalam industri media saat ini ada dua hal yang harus dibedakan, yakni konten dan media. Ia tidak terlalu khawatir dengan perubahan yang terjadi di era digitalisasi, karena selalu membedakan antara konten dengan media. "Konten dan media harus dipisahkan. Kunci ketahanan media saat ini ada pada profesialisme dari para jurnalisnya," katanya seperti dikutip Antara.

Rudiantara juga meminta pelaku media tidak perlu khawatir dengan digitalisasi. Ia menegaskan, digitalisasi hanyalah alat sehingga harus dimanfaatkan. Menteri kelahiran Bogor, Jawa Barat, 3 Mei 1959 itu mengakui perubahan media cetak ke elektronik, media daring, dan kemudian media sosial memang tidak bisa dihindari. Namun apapun platformnya, akan kembali kepada konten atau sumber daya manusianya.

Untuk memperkuat sumber daya manusia dalam dunia jurnalistik, banyak lembaganya, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) atau pun Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI), kemudian baru masuk ke wilayah medianya.

"Kita seolah-olah berpikiran akan habis dengan digitalisasi yang ada, padahal di tempat lain digitalisasi digunakan untuk menumbuhkan ekonomi atau mendorong pertumbuhan entrepreneur," katanya.

Di Indonesia masih sedikit media memanfaatkan konsep "startup" yang fokus pada dunia pemberitaan, padahal contohnya sudah banyak dalam hal ekonomi.

Model bisnis digital yang fokus pada startup, merupakan model bisnis baru, yang memisahkan antara kepemilikan dengan investasi atau investor.

Oleh karena itu, Rudiantara meminta kepada pelaku media untuk tidak telalu memusingkan digitalisasi yang ada, karena itu hanyalah sebagai alat yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi dengan model-model bisnis baru.



Berita Terkait