Foto: Antaranews.com

MPPP Serahkan Santunan untuk 251 Keluarga Korban Petugas Pemilu 2019

Ceknricek.com -- Ketua Masyarakat Peduli Penyelenggaraan Pemilu (MPPP) Imam Prasodjo, menyerahkan santunan tali asih bagi keluarga dari petugas Ad-Hoc yang menjadi korban saat Pemilu 2019. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan ahli waris di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis (16/1).

Donasi tersebut berbentuk uang tunai yang dikirimkan ke rekening keluarga petugas pemilu yang terdampak, dengan besaran Rp4.830.000 per keluarga korban.

"Mohon jangan dilihat dari jumlahnya, untuk menambah beli buku anak-anak yang sudah menjadi yatim mudah-mudahan nanti bisa menjadi generasi muda terbaik yang nanti menggantikan semangat diri dari ayah ibunya yang sudah berjuang untuk membangun demokrasi," kata Imam.

Jumlah yang mendapat bantuan tali asih yakni keluarga petugas KPU 251 orang, Bawaslu 30 orang dan Polri 19 orang. Bantuan ini diberikan dengan memprioritaskan mereka yang memiliki putra-putri berusia sekolah di bawah 12 tahun.

MPPP yang terbentuk 24 April 2019, merupakan gerakan kemanusiaan yang berawal dari inisiatif beberapa anggota masyarakat peduli penyelenggaraan Pemilu dan diinisiasi oleh Prof Sri Adiningsih dan diketuai oleh sosiolog Imam Prasodjo. Wadah ini dimaksudkan untuk membantu para petugas Pemilu, baik petugas KPU, Bawaslu, maupun Kepolisian yang wafat dan sakit saat bertugas.

Sumber: Medcom

Baca Juga: Komnas HAM Dukung Pembentukan TPGF Independen Kasus Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019

Sejak awal menjalankan kegiatan kemanusiaan ini, MPPP berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu, Polri, Badan informasi Geospasial, BRI, Bank Mandiri, APINDO, Filantropi Indonesia, Forum CSR, Price Waterhouse Coopers dan institusi lainnya.

Tujuannya adalah untuk menggalang bantuan dana dari berbagai kalangan yang simpati terhadap para petugas yang terdampak saat bertugas dan menyalurkannya kepada mereka secara transparan dan bertanggung jawab.

Selanjutnya MPPP berniat melanjutkan kegiatan kepedulian lain dengan melakukan berbagai program, seperti diskusi dan edukasi untuk meningkatkan literasi di kalangan masyarakat agar kualitas penyelenggaraan Pemilu di Indonesia semakin meningkat.

BACA JUGA: Cek SEJARAH, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait