Pandemi COVID-19 Tak Halangi Pengusaha Lokal Tembus Pasar Global | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Pandemi COVID-19 Tak Halangi Pengusaha Lokal Tembus Pasar Global

Ceknricek.com -- Selalu ada berkah di tengah masalah, begitu keyakinan para pengusaha lokal yang berjuang keras menembus pasar global di tengah pandemi COVID-19.

Dalam webinar Media Center Satgas COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Selasa, (17/11/20) sejumlah pengusaha lokal mengisahkan perjuangan mereka untuk tetap memasarkan produknya hingga ke mancanegara. Salah satunya, Hendy Setiono, CEO dan Founder Kebab Baba Rafi.

Menurut Hendy, meski kondisi ekonomi dunia sedang dalam keadaan resesi, pihaknya masih bisa melakukan ekspansi bisnis. Pada bulan Desember nanti, Kebab Baba Rafi akan membuka cabang di India.

“Seharusnya bisa mulai masuk India pertengahan 2020, namun akibat pandemi rencana itu tertunda. Tapi bersyukur Kebab Baba Rafi akan bisa mulai hadir di India pada Desember 2020 mendatang,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan India menjadi negara ke-10 di mana merek kebab asli Indonesia menembus pasar global. Saat ini, persiapan pembukaan cabang sedang dilakukan mulai dari renovasi hingga pelatihan karyawan yang akan beroperasi di India.

Klik video untuk tahu lebih banyak - SOSIALISASI 3M DARI RICO TAMPATTY

Hendy tidak sendirian, salah seorang pengusaha lokal yang sukses berselancar di antara gelombang pandemi yakni Shinta Melodi. Shinta merupakan pengusaha furniture yang lebih dulu menguasai pasar dunia. Ia tak menampik wabah corona menyebabkan pesanan furnitur tertunda. Kini setelah kondisi membaik, perusahaannya kembali melakukan ekspor mulai bulan Juni lalu.

“Karena pasar kami memang 70 persen ekspor, kondisi pandemi ini membuat kami kemudian melakukan pendekatan ke pasar domestik karena budget travelling orang-orang kini beralih ke renovasi rumah,” jelas Shinta.

Pada kesempatan yang sama, Yudhi Andrianto salah seorang pengusaha bidang alat kesehatan sinar ultraviolet (UVC) memaparkan kondisi pandemi membuatnya bersama tim ingin melakukan sesuatu bagi masyarakat yakni dengan menyediakan fasilitas protokol kesehatan tambahan yang bisa digunakan di area publik, rumah sakit dan rumah.

“Meski peluang ekspornya berat karena UVC gelombang 254 menit produksinya di China, kami baru saja mendaftarkan hak paten penemuan baru untuk produk Far UVC 222. Mungkin itu bisa diekspor ke depan,” ujarnya.

Para pengusaha lokal ini menunjukkan pandemi COVID-19 tidak menghalangi mereka untuk menembus pasar dunia. Semua itu berkat keunggulan kualitas dan kemampuan bersaing di pasar global. Era kebiasaan baru dengan penerapan protokol kesehatan tidak menjadi sandungan produktivitas dan inovasi.

Baca juga: Kasus Aktif Indonesia Lebih Rendah Dari Rata-Rata Dunia

Baca juga: Sejak Pandemi COVID-19, Ini Perubahan dalam Kehidupan Erie Suzan


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait