Sumber: The Independent

Pemerintah AS Gugat Edward Snowden Karena Buku Biografi Permanent Record

Ceknricek.com -- Departemen Kehakiman AS mengajukan gugatan hukum kepada Edward Snowden atas penjualan buku biografinya Permanent Record, Selasa (17/9). Departemen kehakiman menyebut, mantan anggota CIA dan NSA itu telah melanggar perjanjian rahasia yang dia tandatangani dengan kedua lembaga tersebut.

Snowden yang kini hidup di pengasingan di Moskow, dianggap melanggar perjanjian dengan menerbitkan buku itu tanpa menyerahkannya untuk ditinjau ulang dengan memberikan pidato publik tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan intelijen.

Buku yang dirilis Selasa (17/9) itu didistribusikan ke 20 negara. Dalam bukunya, Snowden menceritakan obsesinya yang masih muda dengan video game selama enam tahun terakhir. Ia juga mengaku sempat dipuji sebagai pahlawan lalu dibuang sebagai pengkhianat.

Foto: USATODAY

Baca Juga: Leonardo DiCaprio Singgung Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Snowden menyebutkan, dirinya tidak pernah mengambil sumpah kerahasiaan. Ia mengambil sumpah untuk membela konstitusi dari semua musuh baik asing maupun domestik.

Dia sempat bertanya mengenai timnya dan melaporkan kepada Presiden Barack Obama, namun tidak mendapat tanggapan. Snowden mengatakan, ia tidak menyesal untuk kembali ke AS.

"Saya tidak meminta parade, saya tidak meminta pengampunan. Saya juga tidak meminta izin, saya hanya minta keadilan," ungkap Snowden kepada Washinton Post.

Bagi Snowden, persidangan yang adil berarti membiarkan juri mempertimbangkan motifnya, bukan hanya memutuskan kasus berdasarkan hukum yang dilanggar. "Mereka ingin juri menganggap tindakan ini sah melanggar hukum. Dan saya minta maaf, tapi itu mengalahkan tujuan sidang," jelasnya.

Snowden meminta tujuan utamanya adalah untuk mereformasi NSA, bukan menghancurkannya. Dia mengatakan peduli dengan informasi yang dikumpulkan dan didistribusikan dari ponsel. Pemerintah juga sering menggunakan alat yang sama dengan peretas.

"Apa pun yang dapat Anda lakukan pada perangkat itu, penyerang dalam kasus ini adalah pemerintah," tambahnya.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini. 



Berita Terkait