Pemimpin Junta Militer Myanmar Janjikan Demokrasi di Parade Hari Tentara | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Pemimpin Junta Militer Myanmar Janjikan Demokrasi di Parade Hari Tentara

Ceknricek.com -- Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing menegaskan kembali janjinya pada Sabtu (27/3)21) untuk mengadakan pemilihan umum setelah kudeta bulan lalu dan mengatakan bahwa tindakan kekerasan tidak pantas, pada saat tentara secara paksa menekan protes terhadap pengambilalihan kekuasaan itu.

Dilansir dari Reuters Min berbicara pada parade tahunan Hari Angkatan Bersenjata, dia menyambut kehadiran pasukan Rusia dan mengatakan Rusia adalah "teman sejati".

Dia mengatakan tentara harus merebut kekuasaan pada 1 Februari karena tindakan melanggar hukum oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang digulingkan dari pemimpin yang sekarang ditahan Aung San Suu Kyi.

Dia menambahkan bahwa beberapa pemimpin partai telah dinyatakan bersalah melakukan korupsi dan tindakan hukum diambil untuk melawan mereka.

Kudeta militer di Myanmar itu mendapat protes dari para pemimpin dunia, Sekjen PBB Antonio Guterres dan Paus Fransiskus.

Presiden AS Joe Biden  juga mengatakan dalam demokrasi, tentara tidak dapat membatalkan pemilu yang sudah disahkan oleh lembaga pemilihan umum. 

Baca juga: Junta Myanmar Berlakukan Status Darurat Militer

Baca juga: Gadis Berusia 7 Tahun Tewas Tertembak, Aktivis Myanmar Lakukan Aksi Mogok


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait