Penulis dan Feminis Mesir Nawal El Saadawi Meninggal Dunia | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Ilustrasi: Officialbespoke

Penulis dan Feminis Mesir Nawal El Saadawi Meninggal Dunia

Ceknricek.com -- Penulis asal Mesir Nawal El Saadawi meninggal dunia pada Minggu (21/3/21) di usia 89 tahun. Selain dikenal sebagai penulis, Nawal juga akrab sebagai pembela hak-hak perempuan di Mesir dan dunia Arab.

Karyanya yang paling dikenal adalah Woman at Point Zero, yang pertama kali diproduksi dalam bahasa Arab pada tahun 1957. Novel ini juga dialihbahasakan ke Indonesia dengan judul Prempuan di Titik Nol.

Tulisan-tulisan Nawal selain berfokus pada kesetaraan hak-hak perempuan juga mengkritisi  pada kekerasan dalam rumah tanggga hingga ekstrimisme agama.

Lahir di desa di utara Kairo pada 1931, El Sadawi dikenal awalnya pada tahun 1972 saat ia meluncurkan bukunya yang cukup tabu, Women and Sex.

Lewat buku tersebut, dia kemudian mendapat kecaman dan kritik käras dari kalangan politik dan agama di Mesir. Yang mengakibatkan ia kehilangan pekerjaannya di Kementrian Kesehatan.

Nawal juga sempat ditahan dan dipenjara selama dua bulan pada tahun 1981 sebagai bagian dari tindakan keras politik yang dilakukan oleh Presiden Anwar Sadat pada saat berkuasa.

Selama di penjara, Nawal menuliskan pengalamannya dan menghasilkan sebuah buku berjudul Memoirs from the Women's Prison, yang dia tulis menggunakan gulungan tisu toilet dan pensil kosmetik.

Nawal juga pernah mengenyam sekolah kedokteran di Universitas Kairo dan Universitas Columbia di New York. Novelis ini selain sering menulis untuk surat kabar Mesir, juga bekerja sebagai psikiater dan dosen universitas.

Tahun 2005, Nawal El Saadawi dianugerahi Inana International Prize di Belgia, setahun setelah ia menerima penghargaan The North-South dari Council of Europe.  Kemudian pada 2020, Majalah Time menobatkannya dalam daftar 100 Wanita Tahun Ini.

Nawal meninggal di rumah sakit Kairo setelah ia berjuang lama melawan penyakit yang ia derita.

Menteri Kebudayaan Mesir Inas Abdel-Dayem berduka atas meninggalnya Saadawi, dia mengatakan bahwa tulisan-tulisan  Saadawi telah menciptakan gerakan intelektual yang hebat di Mesir dan di dunia.

Baca juga: Penyanyi dan Penulis Lagu Johnny Nash Tutup Usia

Baca juga: Penulis Skrip Chucky 'Child's Play' Meninggal Bunuh Diri



Berita Terkait