Perlu Observasi, Harimau Sumatera di Muara Enim Ditranslokasi ke Lampung | Cek&Ricek
Sumber: Media Indonesia/Susanto

Perlu Observasi, Harimau Sumatera di Muara Enim Ditranslokasi ke Lampung

Ceknricek.com -- Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat, BBKSDA Sumsel Martialis Puspito mengatakan, seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin jantan yang tertangkap di Muara Enim, Sumatera Selatan akan ditranslokasi ke Lampung.

"Harimau ini sudah dewasa atau belum dapat dilihat dari gigi dan besar tubuhnya. Hasil observasi dan pengecekan nanti yang akan menentukan,” ujarnya Kamis (23/1). “Apakah hewan ini yang memangsa enam korban atau tidak. Semua akan dilakukan pengecekan secara detail.

Ia menjelaskan penangkapan satwa liar yang dikenal buas dan termasuk hewan langka di dunia itu, dilakukan di Desa Pelakat, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim.

Penangkapan tersebut atas dasar laporan masyarakat, mengingat sejumlah warga menjadi korban diduga dimangsa harimau di wilayah tersebut.

"Kami memantau dari 15-17 November 2019. Kita pantau di tiga kabupaten, satu kota. Kita pelajari, kita pastikan, secara individu, kan memang belum tertangkap di 'camera trap'. Secara karakter pergerakannya, ada kemiripan,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengenai liar atau tidaknya hewan tersebut menurut dia, harimau sumatera itu harus tetap dilindungi, karena jumlah populasinya sedikit dan semakin punah karena diburu manusia.

Sumber: Media Indonesia/Susanto

Baca Juga: Gubernur Sumsel Sebut Harimau di Muara Enim Sudah Tertangkap

"Hewan tersebut tetap dilindungi, tetapi untuk memonitor itu kan perlu konsentrasi dan dukungan mitra ya. Itu yang sedang kita upayakan ke depan. Jadi orang mulai peduli dengan harimau sumatera, khususnya di Sumatera Selatan," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui seekor harimau Sumatera yang diduga meneror masyarakat sejak akhir tahun lalu, akhirnya terjebak perangkap yang dipasang BKSDA Sumsel, Selasa (21/1).

Harimau yang ditengarai sudah membunuh lima warga di Muara Enim dan Lahat itu, masuk perangkap dengan umpan kambing di Semendo Darat Ulu, Muara Enim.

Satwa liar itu kemudian dibawa ke Lampung menggunakan jalan darat, lantas diangkut dengan penerbangan ke kawasan TWNC di Pesisir Barat.

TWNC atau Kawasan Pelestarian Alam Satwa Liar Tambling adalah hutan tempat pengembangbiakan alami margasatwa yang hidup liar dan di laut seluas 45.000 hektare, bertempat di ujung selatan Pulau Sumatera.

Nama "Tambling" perpaduan antara Teluk Tampang dan Tanjung Belimbing. Lokasinya di antara dua wilayah tersebut di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

BACA JUGA: Cek OLAHRAGA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait