“Protkes Istana Super Ketat”  | Cek&Ricek
Foto: Dok.Ceknricek.com

“Protkes Istana Super Ketat” 

Ceknricek.com -- Ketemu sahabat lama, Mbak TJ, sesama Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang, di Istana Presiden, Selasa (9/2/21) pagi. Pas saya mau meninggalkan pos penjagaan. TJ adalah Kepala Biro di Sekretaris Kabinet. Sebelumnya saya sempat berpapasan juga dengan Mensekab Pramono Anung di pos penjagaan terakhir Istana Presiden.

Di Pos penjagaan terakhir tadi ada masalah. Saya hanya membawa Surat Swab Antigen. Itu tidak berlaku untuk bertemu Presiden Jokowi. Harus Test Swab PCR dan hanya berlaku 24 jam.

Ini bagus. Presiden meletakkan standar tinggi untuk menjaga keselamatan jiwa beliau dan tentu juga tamu-tamunya. Saya pun memberlakukan protkes ketat di kantor maupun di rumah. Di rumah, tukang kebon saya minta berhenti jika masuk halaman rumah tak mau pakai masker. Kepada anak cucu saya berlaku demikian. Pernah sekeluarga anak saya berlibur lima hari di hotel. Mereka Swab PCR baru  berkunjung ke rumah. Padahal, hotel tempat liburnya hanya di Jakarta. Makanya, saya mengapresiasi aturan Istana. Menghormati ketentuan itu.

Protkes Istana Super Ketat
Sumber: Ceknricek.com

Ihwal saya meluncur ke Istana tadi pagi karena Senin sore saya mendapat telpon dari Ketua Umum PWI / Penanggung Jawab Hari Pers Nasional 2021, Atal S Depari. Disusul kemudian penjelasan oleh Nurjaman, Ketua Bidang Acara HPN 2021. Intinya, keduanya meneruskan undangan Istana untuk menghadiri peringatan HPN 2021 di Istana Presiden Selasa (9/2) pukul 10.00 WIB yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

Apakah di Istana akan ada test Swab ?

"Oo, tidak!" Swab masing-masing, jawab keduanya.

Apakah Swab Antigen cukup? Cukup, sahut keduanya.

Saya pun memanggil petugas Swab Antigen ke rumah Senin sore. Hasilnya: Negatif. Alhamdulillah. Malamnya, Nurjaman mengirimi saya undangan via WA. Cuma sampulnya, isinya dia tidak kirim. Padahal, di isinya tercantum kewajiban membawa surat asli hasil swab PCR yang berlaku 24 jam. Ketentuan itu baru saya baca, tepatnya diperlihatkan petugas di pos pemeriksaan 3 di Istana.

Istana benar. Mestinya memang seperti itu. Kabarnya, pemeriksaan itu diperlakukan semakin ketat, karena Istana pernah "kecolongan" ada tamu yang positif Corona lolos masuk Istana. Presiden tentu saja marah.

Sumber kekacauan informasi ini jelas bersumber dari Panitia HPN. Entah kurang periksa entah apa. Atal saja irit bicara. Saya WA semalam baru dia respons tadi pagi. Begitupun Wina yang menjadi sekretaris pribadinya. Aneh memang kalau lembaga yang semua anggotanya wartawan, biasa mengelola informasi, tapi masih saja lalai dalam menerapkan adab komunikasi.

Protokol Kesehatan Istana yang ketat, sekali lagi patut kita apresiasi dengan acungan jempol. Pemeriksaan berlapis. Ada tiga pos yang mesti dilewati untuk menyaring tamu Presiden Jokowi. Di Pos satu dan pos dua, saya lancar. Di Pos 1 ktp ditukar dengan Id Istana. Di pos 2 saya  baru menerima undangan resmi Sekretaris Negara untuk menghadiri Hari Pers Nasional. Pos 1-2, diminta menunjukkan surat Swab Antigen. Di Pos 3 dikroscek. Ternyata tidak sesuai persyaratan: Bertemu Presiden yang berlaku Swab PCR.  

Bagaimana pun, pengalaman ini bernilai. Protkes Istana mestinya menjadi acuan standar protkes di berbagai prasarana vital, seperti di bandara untuk penumpang pesawat, di pengadilan dan di Stasiun KA untuk jarak jauh, minimal.

Pernyataan Jokowi tempo hari yang mengatakan keselamatan jiwa rakyat adalah hukum tertinggi baru akan efektif mengendalikan pandemi jika menyentuh tempat yang saya sebut di atas. Jika tidak, yah......

Selamat Hari Pers Nasional 2021. Dirgahayu Pers Nasional.

Baca juga: Wartawan Never Die

Baca juga: Hari Pers Nasional 2021, Jokowi: Pers Jadi Suluh yang Menerangi dan Membuka Pikiran


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait