Review 'Scoob!', Upaya Menghidupkan Kembali Karya Klasik Hanna-Barbera | Cek&Ricek
Warner Bros. Pictures

Review 'Scoob!', Upaya Menghidupkan Kembali Karya Klasik Hanna-Barbera

Ceknricek.com -- Satu lagi film yang menjadi "korban" pandemi virus korona (COVID-19) adalah Scoob! (2020). Film yang sejatinya dirilis secara teatrikal pada pertengahan Mei ini, akhirnya dirilis secara digital melalui video on demand (VOD) dan mulai bisa disaksikan mulai Jumat (15/5).

Masih teringat jelas kala bioskop-bioskop di Indonesia masih beroperasi normal awal tahun ini. Scoob! masuk dalam poster film-film yang akan datang (Coming Soon) yang terpampang di salah satu bioskop di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun apa daya, pemberlakuan PSBB guna memutus rantai virus korona memaksa bioskop-bioskop di Jakarta, termasuk seluruh dunia menghentikan operasionalnya.

Hal ini pula yang memaksa perilisan beberapa film internasional diundur. Beberapa ada yang tetap dirilis secara digital melalui VOD, seperti yang dilakukan Warner Bros. Pictures dengan film Scoob!. Setelah pekan lalu saya menulis review film yang juga dirilis secara VOD, Cappone (2020) maka kali ini giliran Scoob! yang coba saya ulas.

Baca Juga: Review 'Capone', Akhir Tragis Sang Gangster Bengis

Bagi para pencinta karya animasi, rasanya serial Scooby-Doo bisa disebut menjadi salah satu animasi favorit anak-anak generasi Y atau milenial. Ya, serial kartun ciptaan Hanna-Barbera yang menceritakan petualangan anjing pemecah misteri Scooby-Doo bersama rekan-rekannya di Mystery Inc memang sudah tayang bahkan sejak 1969, dan telah beberapa kali mengalami reboot atau pembaharuan.

Warner Bros. Pictures

Scoob! berupaya melakukan reboot lainnya, dengan tetap mempertahankan gaya klasik dari serial original-nya. Hal ini terlihat jelas dari opening theme yang disajikan dalam film, yang boleh dibilang menggunakan konten yang sama persis dengan opening dari Scooby-Doo, Where Are You! era 70-an, dengan tentunya melakukan modernisasi dari sisi animasi.

Selama 15 menit pertama, saya cukup terhibur dengan alur cerita yang disajikan sang animator dan kreator film. Penonton akan disajikan kisah masa kecil latar belakang pertemuan Shaggy Rogers dengan anjing "kampung" liar yang nantinya diberi nama Scooby-Doo.

Warner Bros. Pictures

Awal film juga menceritakan tentang pertemuan Scooby, Shaggy dan tiga temannya, Fred Jones, Velma Dinkley dan Daphne Blake serta cikal bakal terbentuknya geng pemecah misteri, Mystery Inc. Namun setelah 15 menit pertama, tepatnya setelah opening theme yang disebutkan sebelumnya, maka sebenarnya cerita yang disajikan bisa disebut sebagai hari-hari biasa Mystery Inc dalam memecahkan misteri.

Film ini sendiri memang direncanakan sebagai film pembuka dari Hanna-Barbera shared cinematic universe. Hal ini terlihat dari kelanjutan alur dan upaya penghidupan kembali karakter-karakter asli dari serial ciptaan Hanna-Barbera lainnya.

Kelanjutan dari Scoob! menceritakan petualangan Scooby-Doo dkk yang bahu membahu bersama sosok pahlawan masa kecil Shaggy, Blue Falcon dan Dynomutt (karakter dari serial Dynomutt the Dog Wonder) guna menggalkan ambisi Dick Dastardly dan anjingnya yang gemar cengengesan, Muttley untuk membuka gerbang menuju alam baka (underworld).

Warner Bros. Pictures

Sosok dua villain terakhir ini juga merupakan karakter ciptaan Hanna-Barbera lainnya. Belum cukup sampai disitu, nantinya film ini juga akan menghadirkan karakter Hanna-Barbera lainnya, Captain Caveman saat para karakter utama film ini berupaya menemukan fosil tengkorak dari Cerberus (anjing berkepala tiga).

Tentunya semakin banyaknya karakter-karakter original ciptaan Hanna-Barbera ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar yang memang menjadi fans setia dari kartun-kartun Hanna-Barbera. Namun hal itu membuat narasi cerita yang disajikan justru tidak terfokus dalam pemecahan misteri, layaknya serial-serial Scooby-Doo pada umumnya.

Padahal sebenarnya daya tarik dari serial Scooby-Doo selama ini adalah gaya detektif remaja, yang memang sempat populer di tahun 70-80-an. Akibatnya para fans yang memang menyukai cerita-cerita detektif ala Scooby-Doo agak kurang terpuaskan dengan alur dan narasi cerita yang disajikan dalam Scoob!.

Di luar dari itu, animasi yang disajikan dalam film ini (Reel FX Animation Studios) layak diacungi jempol. Gambaran animasi yang disajikan jauh lebih hidup dan realistis, layaknya animasi-animasi modern dengan tetap mempertahankan elemen klasik. Salah satunya tentu adegan kejar-kejaran dari satu frame ke frame lain yang selama ini menjadi ciri khas dari serial Scooby-Doo.

Warner Bros. Pictures

Para pengisi suara dari film Scoob! juga berhasil menghadirkan daya tarik tersendiri dalam film ini. Diantaranya adalah Frank Welker yang memang sudah mengisi suara Scooby-Doo sejak 2002, lalu Zac Efron (Fred Jones), Amanda Seyfried (Daphne Blake) dan tentunya Ken Jeong yang mengisi suara Dynomutt.

Pada akhirnya, Scoob! cukup menghibur para pencinta film animasi dan penggemar karakter klasik serial Hanna-Barbera, namun kurang berhasil dalam mengembalikan kembali hegemoni detektif remaja yang selama ini menjadi ciri khas serial Scooby-Doo. Jika bisa memberi dua dari empat bintang, maka Scoob! masih pas ditonton untuk menemani waktu luang Anda selama tinggal di rumah.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Thomas Rizal


Berita Terkait