Sebut Istilah "Pabrik Susu", Yan Wijaya Minta Maaf pada Aura Kasih | Cek&Ricek Anugerah Pewarta Astra 2025 - Satukan Gerak, Terus Berdampak
Foto: lingkarnews.com

Sebut Istilah "Pabrik Susu", Yan Wijaya Minta Maaf pada Aura Kasih

Ceknricek.com -- Pengamat film Yan Wijaya menyampaikan permohonan maaf pada Aura Kasih, Kamis (22/8). "Mohon maaf pada Aura Kasih, atas desakan banyak pembaca yang menuduh joke 'pabrik susu' tidak santun, maka Twitt tersebut aku delete," tulis Yan.

Sebelumnya, Aura Kasih merasa dilecehkan oleh cuitan Yan yang menyebut istilah "pabrik susu" pada ibu seorang anak itu.  "Punya baby, Aura Kasih juga dikaruniai 2 pabrik susu, jadi harap maklum untuk sementara rehat main film dulu," tulis Yan dalam Twitternya, Rabu (21/8).

Cuitan itu menyinggung perasaan Aura. Ia menyatakan istilah tersebut tidak pantas disebutkan kepada seorang ibu yang sedang berjuang memberikan anaknya ASI. 

"Atas nama seorang ibu pejuang ASI, dan mewakili banyak perempuan di Indonesia, menghimbau bapak untuk bisa menahan mata, jiwa dan akhlak dalam bertutur di sosial media. Anda orang pintar, tapi vibrasi niat anda terasa di kami semua sebagai pelecehan terhadap kaum perempuan. Isi dari hati saya sebagai seorang ibu sangat tersinggung atas postingan beliau di Twitter yang sudah beliau hapus," ungkap Aura dalam postingan di Instagramnya.

Foto : dewi_lambe Instagram

Baca juga: Air Ketuban Kering Aura Kasih Harus Melahirkan

Saat ini, artis kelahiran Bandung, Jawa Barat, 26 Februari 1987 itu memang sedang menjalani program ASI Ekslusif untuk putri pertamanya, Arabella yang kini berusia dua bulan.

Sekadar mengingatkan, Aura dan suami, Eryck Amaral, menikah siri pada tahun 2018 dalam sebuah acara sederhana di Bangkok dilanjutkan dengan pernikahan resmi di Jakarta. Sejak menikah, Aura mulai mengurangi aktivitasnya di dunia entertaiment. Ia bahkan lebih sering menghabiskan waktu di Bandung, kota kelahirannya.

Aura menyebutkan panjang lebar bahwa setiap manusia terlahir dari seorang ibu, dari air susu ibulah seseorang bisa hidup. Oleh sebab itu, ia menghimbau agar Yan dapat lebih menjunjung etika saat menggunakan sosial media. 

"Ada yang namanya Yan Widjaya, katanya dia seorang kritikus film senior, novelis juga. Tapi tidak punya edukasi. Dia melecehkan saya sebagai seorang ibu pejuang ASI. Kalian sebagai wanita, sebagai ibu yang sedang menyusui dilecehkan dengan kata-kata yang tidak sopan, apa yang kalian lakukan? Laki-laki harus santun kepada perempauan, kalain lahir darimana? Setetes air susu ibu itu yang membuat kalian hidup," ungkap Aura.  

Ketersinggungan itulah yang membuat Yan akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Aura. Ironisnya, permohonan maaf itu terkesan tidak menunjukkan penyesalan. Yan melakukannya atas desakan pembacanya. Ia juga berkilah bahwa apa yang diutarakan hanyalah sebuah candaan belaka.

BACA JUGA: Cek HEADLINE Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait