Seruan KBRI London untuk WNI di Inggris Terkait Korona | Cek&Ricek
Sumber: KBRI London

Seruan KBRI London untuk WNI di Inggris Terkait Korona

Ceknricek.com -- Kedutaan Indonesia di London menyampaikan imbauan kepada WNI di Inggris terkait situasi terkini di Inggris Raya. Seruan itu dikeluarkan mengingat saat ini delapan orang di Inggris tertular coronavirus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China.

Pemerintah Inggris telah menaikkan status risiko virus korona dari rendah menjadi menengah. Menurut Pensosbud KBRI London Okky Diane Palma kepada Antara London, Selasa (11/2), wabah coronavirus bahkan dikategorikan sebagai kondisi serious and imminent threat.

Pemerintah Inggris memiliki kekuatan hukum baru untuk mengkarantina siapa pun secara paksa dan mengirim mereka ke dalam isolasi jika dinyatakan oleh tenaga medis memiliki gejala tertularnya coronavirus yang dapat menimbulkan ancaman terhadap kesehatan publik.

Siapa pun yang telah melakukan perjalanan ke Inggris dari daratan China, Thailand, Jepang, Republik Korea, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia atau Makau dalam 14 hari terakhir secara langsung maupun transit dan mengalami batuk atau demam atau sesak napas, untuk tetap tinggal di dalam ruangan dan menelepon NHS 111, meskipun gejalanya ringan.

Seruan KBRI London Untuk WNI di Inggris Terkait Korona
Sumber: Istimewa

“Siapa pun mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas agar segera menelepon dokter umum terdekat (jangan mengunjungi klinik) dan informasikan bahwa telah melakukan perjalanan ke Irlandia dari daratan China dalam waktu 14 hari terakhir," ujar Diane Palma.

Baca Juga: Masih Diuji ke Binatang, Ilmuwan Inggris Ciptakan Vaksin Virus Korona

Masyarakat di Irlandia termasuk WNI yang menetap di sana diimbau agar mempelajari langkah pencegahan coronavirus yang dikeluarkan oleh Health Service Executive dan mengikuti informasi terkini dari Health Protection Surveillance Centre, katanya.

Seruan KBRI London Untuk WNI di Inggris Terkait Korona
Sumber: AP

Menurut situasi terkini tercatat total kasus konfirmasi novel coronavirus (2019-nCoV) global per 9 Februari adalah 37.558 kasus, 37.251 kasus di antaranya dilaporkan dari China (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR dan Taipei), dengan 73 persen kasus konfirmasi dari China berasal dari Provinsi Hubei.

Total kematian 813 kasus (CFR 2.2 persen), 812 di antaranya dilaporkan dari China. Kasus konfirmasi dilaporkan di 26 negara, sebanyak 307 kasus dengan satu kematian. Satu kematian pertama di luar negara China terjadi di Filipina. Kasus adalah kontak dekat dari kasus pertama yang dikonfirmasi di Filipina.

"Negara terjangkit menurut WHO ada 12 negara yaitu China, Singapura, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Inggris dan Spanyol. Sedangkan negara lain hanya melaporkan kasus impor dari China (memiliki riwayat bepergian ke China) dan belum ada transmisi lokal di negaranya. Dalam 24 jam terakhir tidak dilaporkan adanya kasus baru 2019-nCoV," papar Diane Palma.

BACA JUGA: Cek EKONOMI & BISNIS, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait