Sumber: relief kemdikbud

Situs Borobudur Menyimpan Budaya Musik Klasik Nusantara

Ceknricek.com -- Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menyebut, Candi Borobudur sebagai salah satu situs warisan budaya dunia menyimpan literatur musik klasik yang mapan pada zamannya.

Menurutnya, relief berusia 1.200 tahun lalu itu, selain menyimpan ilmu-ilmu tentang arsitektur teknologi yang digunakan untuk membangun candi tersebut juga menyimpan literatur mengenai musik nusantara yang menunjukkan setidaknya terdapat 48 musik terindikasi berada di sana.

“Sekarang teman-teman musisi sedang berinisiatif mengumpulkan kembali dan merekonstruksi seluruh orkestra itu dan memainkannya. Kalau semua lancar, insyaAllah tahun depan kita bisa menghasilkan orkestra Borobudur,” kata Hilmar saat menyampaikan pidato kunci pada acara peringatan United Nations Day 2019 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (2/12), dilansir dari Antara. 

Baca Juga: Menelusuri Makna Dalam Pahatan Relief di Candi Borobudur

Secara fisik, menurut Hilmar Borobudur memang dilihat sebagai "bangunan batu" yang ramai dikunjungi orang untuk berwisata. Namun, jika dilihat lebih dalam dengan melakukan pengembangan informasi, sejatinya Borobudur adalah sebuah perpustakaan raksasa yang berbentuk monumen batu sekaligus representasi toleransi atau perdamaian. 

“Yang menarik, Borobudur ini adalah candi Buddha yang hidup di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Tidak ada simbol yang lebih baik tentang perdamaian dan toleransi daripada itu,” ujar Hilmar. 

“Ini yang harusnya kita narasikan terus menerus sehingga Borobudur tidak hanya menjadi situs yang menarik secara visual, tetapi dia juga sangat penting secara kultural,” ia menambahkan. 

Hilmar pun menyatakan upaya perlindungan terhadap situs budaya juga harus dibarengi dengan pengembangan dan pemanfaatan warisan kultural. Dengan demikian, akan dapat menggeser makna atau pengertian mengenai pembangunan. 

“Saya kira monumen-monumen warisan dunia dan cagar budaya pada umumnya selalu mengingatkan kita bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada pembangunan, ada hal-hal yang lebih bermakna daripada sekadar mengejar kemajuan,” kata Hilmar. 

BACA JUGA: Cek BUKU & LITERATUR, BeritaTerkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: ThomasRizal


Berita Terkait