Foto : TribunNews

Tantowi Yahya Apresiasi Para Caleg Artis Meski Gagal ke Senayan

Ceknricek.com -- Tantowi Yahya menyampaikan pesan penting bagi para caleg artis yang belum beruntung terpilih menjadi wakil rakyat dalam Pileg 2019. Melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (1/5), Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru yang juga merintis karier dari pentas hiburan itu, memberi apresiasi kepada para sejawat yang mengikuti jejak dirinya terjun ke pentas politik. Khususnya mereka yang tak lolos ke Senayan, karena partainya gagal menembus ambang batas 4 persen.

"Meski gagal ke Senayan, saya tetap respek kepada teman-teman artis yang sudah berusaha. Mereka belum berhasil, bukan karena tidak dipilih rakyat tapi karena partainya yang gagal menembus threshold, ketentuan yang dibuat bersama Pemerintah dan DPR dalam rangka penyederhanaan fraksi di Parlemen," tulis Tantowi.

Menurut versi hitung cepat sejumlah lembaga survei kredibel, ada tujuh partai yang diperkirakan gagal menangguk 4 persen suara. Ketujuh partai tersebut adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Kegagalan menembus ambang batas, memupuskan harapan setidaknya 12 caleg artis. Mereka Reza Artamevia (Perindo), Choky Sitohang (Perindo), Charly Van Houten (Perindo), Mila Rachmawati (Perindo), Dearly Dave Sompie alias Dirly IDOL (Perindo), Andi Arsyil Rahman Putra (Perindo), Angel Lelga (Perindo), Donny Kesuma (Berkarya). Sultan Pasha Djorghi (Berkarya), Raslinna Rasidin (Berkarya), Siti Anissa Tri Hapsari, dan Giring Ganesha (PSI).

"Teman-teman sudah menghabiskan waktu, tenaga dan tentu saja biaya. Itu tidak akan sia-sia, bisa dipergunakan lagi untuk Pemilu berikutnya. Pupuk terus hubungan dan silaturahmi dengan mereka (rakyat)," pesannya.

Berkaca dari pengalamannya, Tantowi mengatakan Pemilu di Indonesia adalah yang tersulit dan termahal. Untuk mendapatkan kursi, caleg harus all out, tidak bisa hanya mengandalkan popularitas, perlu modal amunisi. Setelah itu terpenuhi, masih lagi harus menunggu perolehan suara partai dimana mereka bergabung.

"Maju terus. Jangan menyerah. Coba lagi. Untuk sekarang kembali dulu ke profesi yang telah membesarkan nama selama ini," katanya.



Berita Terkait