Foto: Ashar/Ceknricek.com

Ahmad Dhani: Pemanggilan Mulan Soal Investasi Bodong MeMiles Mengada-ada

Ceknricek.com -- Musisi dan personel Dewa 19 Ahmad Dhani menilai pemanggilan sang istri, Mulan Jameela oleh Polda Jawa Timur terkait kasus investasi bodong MeMiles hanyalah mengada-ada.

Pernyataan itu disampaikan Dhani di Jakarta, Rabu (15/1). Menurut dia, pemanggilan Mulan untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut tidak tepat, karena Mulan hanya sebatas sebagai seorang pengisi acara di MeMiles.

"Kan Mbak Mulan cuma menyanyi. Padahal yang lain ada yang ikut investasi, Mulan sama sekali enggak ikut investasi. Mulan hanya diundang menyanyi dan dibayar profesional," ujar Dhani.

Dari Surabaya diperoleh kabar, Kepolisian Daerah Jawa Timur mengisyaratkan bakal memanggil 13 orang artis tambahan sebagai saksi. Nama mereka muncul setelah polisi memeriksa penyanyi Eka Deli selama 11 jam.

Sumber: grid

"Ke-13 nama baru ini merupakan hasil keterangan dari penyanyi ED (Eka Deli), yang sebelumnya telah diperiksa penyidik," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Andiko.

Baca Juga: Ello Mengaku Jadi Korban Investasi Bodong 'MeMiles'

Menurut dia, Eka Deli yang merupakan fasilitator membawahi 13 artis baru yang terkait, masing-masing berinisial AP, SD, MJ, PM, MA, R, TJ, SS, RG, C, serta grup band D, L, dan M. Soal kapan mereka akan dipanggil, Kombes Trunoyudo menjawab tergantung pada kebutuhan penyidik. Yang pasti, Polda Jawa Timur telah meminta keterangan penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello, Selasa (14/1).

Kasus investasi bodong itu terbongkar saat Polda Jatim mendapati MeMiles yang belum berizin, namun telah memiliki 264 ribu nasabah. Dalam delapan bulan, MeMiles mengantongi omset mencapai Rp750 miliar.

Sumber: Istimewa

Dalam praktiknya, MeMiles menjanjikan hadiah fantastis dan tak masuk akal. Misalnya, hanya dengan investasi ratusan ribu, nasabah sudah bisa membawa pulang sejumlah barang elektronik seperti televisi, lemari es hingga pendingin udara.

Dalam kasus tersebut, polisi telah menyita uang nasabah sebesar Rp122 miliar dan menetapkan empat tersangka. Yakni dua Direksi berinisial KTM (47) dan FS (52), serta Master Marketing MeMiles berinisial ML atau Dr E (54) dan kepala IT berinisial PH (22).

Polisi juga menyita 18 unit mobil, dua sepeda motor dan beberapa barang berharga lain, termasuk 120 unit mobil yang sudah diberikan kepada para anggota. 

BACA JUGA: Cek OPINI, Opini Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait