Apa Maksud Vaksin Curah dari Sinovac dan Bagaimana Tahapan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia? | Cek&Ricek
Ilustrasi Vaksin: Shutterstock

Apa Maksud Vaksin Curah dari Sinovac dan Bagaimana Tahapan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia?

Ceknricek.com -- Produsen vaksin asal China Sinovac mengirimkan 15 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk curah ke Indonesia. Vaksin tersebut diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Beijing, Selasa (12/1/21) pukul 06.33 waktu setempat (05.33 WIB).

“Pengiriman bentuk bulk (curah) dalam kontainer berpendingin khusus, nantinya akan dikembangkan dan dikemas lebih lanjut oleh Biofarma,” kata Wakil Duta Besar RI untuk China Dino Kusnadi, sebagaimana dikutipdari Antara.

Menurut laman covid19.go.id, yang dimaksud dengan vaksin curah adalah bahan baku vaksin Covid-19 yang seanjutnya akan diproses dan dikemas oleh PT. Bio Farma untuk menjadi vaksin yang siap digunakan.

PT. Bio farma sendiiri merupakan 1 dari 29 produzem vaksin di dunia yang mendapatkan prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sayarat Good Manufacturing Practices (GMP) dan berbagai reputasi lainnya.

Klik video untuk tahu lebih banyak - SOSIALISASI 3M DARI EKO PATRIO

Diketahui, sebelumnya Sinovac telah dua kali mengirimkan vaksin ke Indonesia dalam bentuk kemasan, masing-masing 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis sehingga totalnya 3 juta dosis.

Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mendapatkan vaksin dalam bentuk curah setelah Sinovac dan Biofarma menandatangani kesepakatan kerja sama di Hainan pada Agustus 2020.

Pengiriman tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI di Beijing terutama untuk memperlancar proses perizinan ekspor vaksin dalam bentuk curah.

Tahapan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesi sudah dimulai sejak 13 Januari 2021 dengan Presiden Joko Widodo sebagai orang pertama yang melakukan vaksinasi di perdana di Istana Negara, Jakarta. Setelah itu, bvaksinasi akan dilakukan secara bertahap dalam 2 gelombang yang akan berlangsung hingga Maret 2022.

Pada gelombang I, vaksinasi berlangsung hingga April 2021 dengan menargetkan 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas publik, serta 21,5 juta lansia untuk mendapatkan vaksin.  Sementara itu, gelombang II menargetkan 63,9 juta masyarakat rentan, lalu 77,4 juta masyarakat lainnya.

Lebih lanjut, dikutip dari covid19.go.id bagi lansia berusia 60 tahun ke atas akan divaksinasi setelah mendapat informasi keamanan vaksin untuk kelompok umur tersebut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dokter Reisa Broto Asmoro menimbau pada masyarakat untuk terus melakukan pencegahan penularan Covid-19 meskipun vaksin telah tersedia dan tinggal menunggu gelombang vaksinasi dilakukan.

“Kita jangan sampai lengah menerapkan protokol kesehatan 3M guna mencegah terkena Covid-19. Dan terus disiplin bahkan setelah dilakukan vaksinasi sampai pandemi dinyatakan selesai.”

Baca juga: Satgas Covid-19 Tegaskan Chip Dalam Vaksin Adalah Berita Bohong

Baca juga: Satgas Minta Tokoh Muda Sukseskan Vaksinasi


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait