BP2MI Pulangkan Pekerja Migran Indonesia Koma dari Taiwan | Cek&Ricek
Foto: Ashar/Ceknricek.com

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran Indonesia Koma dari Taiwan

Ceknricek.com -- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami koma saat bekerja di Taiwan dan merawatnya di RS Polri Jakarta pada Rabu, (27/1/21).

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengungkap, PMI bernama Aam Aminah asal Kuningan, Jawa Barat itu sebelumnya telah menjalani beberapa kali operasi karena adanya pendarahan pada bagian otak dan mengalami koma sejak September 2020.

"Karena keadaannya tidak kunjung membaik, pihak Rumah Sakit Hualien Tzu Chi Taiwan kemudian berkoordinasi dengan KDEI Taipei untuk memulangkan PMI Aam ke Indonesia,"ujar Benny dihadapan awak media di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu, (27/1/21).

Benny mengungkap Aam  berangkat ke Taiwan secara resmi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) pada tahun 2012-2015 melalui PT Permata Gobel Karya Sejahtera, dan sempat melakukan perpanjangan kontrak di Taiwan tanpa kembali ke Indonesia.

Namun di tengah masa kerjanya, Aam  mengeluhkan sakit kepala dan pusing yang tidak kunjung berhenti, sehingga pihak agensi kemudian membawanya untuk berobat ke dokter.

"Jadi PMI Aam berproses secara mandiri dimana datanya tidak tercatat oleh negara, dalam SISKOP2MI,” papar Benny.

Belajar dari kasus tersebut, BP2MI akan segera mengkaji regulasi terkait perpanjangan kontrak di negara penempatan, agar seluruh PMI tetap dapat terpantau, terlindungi, dan terlayani dengan baik.

Di dalam ambulance yang akan membawa PMI Aam ke RS Polri, Benny mengatakan BP2MI yang akan membiayai seluruh pengobatannya di RS Polri.

“Seluruh biaya PMI Aam selama dirujuk di RS Polri akan ditanggung oleh BP2MI. Ini adalah bentuk perlindungan negara. Dan saya berjanji akan mengantarkan PMI Aam hingga ke kampung halamannya saat sudah sembuh nanti,” jelas Benny.

Diketahui, saat dipulangkan ke tanah air, PMI Aam juga didampingi oleh sesama PMI atas nama Iswatun yang telah berpengalaman dalam merawat pasien.

Diketahui, PMI Iswatun telah tinggal di rumah sakit dimana PMI dirawat sejak tanggal 22 Januari 2021, untuk mendapat pelatihan langsung dari pihak dokter maupun suster yang merawatnya.

Baca juga: Kedutaan Besar Indonesia di Singapura Perjuangkan Hak PMI Asal Pati

Baca juga: PMI Respon Migran Myanmar yang Terdampar di Aceh Utara


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait