Foto: Jpnn

Davyn Sudirdjo Pendiri "eTani" Terima Penghargaan Ikon Prestasi Pancasila BPIP

Ceknricek.com -- Badan Pendidikan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan penghargaan kepada 74 sosok inspiratif Indonesia dalam rangka memperingati 74 tahun kemerdekaan RI. 

Penghargaan itu diberikan, Senin (19/8), kepada mereka yang telah menerima penghargaan di lingkup nasional dan internasional.

Penghargaan dibagi dalam 4 bidang ketegori. Yakni, sains dan inovasi. Olahraga. Seni budaya dan bidang kreatif. Dan, kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).

Salah satu ikon di bidang sains dan inovasi adalah Davyn Sudirdjo. Pemuda 18 tahun pendiri eTani itu, saat ini sedang mengejar gelar sarjana Ilmu Komputer dalam Ilmu Data dan Ekonomi di Stanford University, Amerika Serikat.

Pemutus Rantai Tengkulak

Ide membuat e-Tani didasari kegelisahan Davyn saat mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam memasarkan hasil kerjanya saat ia mengikuti sebuah program di salah satu desa terpencil di NTT.

Sejak umur 12 tahun Davyn memang tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa di NTT. Sejak itulah ia melihat tengkulak menjadi masalah serius terkait kecilnya pendapatan petani.

Sumber: Inews

Sumber: Mahasiswa Teknik UI Ciptakan Obat Antikanker Serviks

Bagi Davyn, tengkulak menjadi masalah serius terkait kecilnya pendapatan petani karena harga patokan harga yang ditetapkan oleh mereka.

“Para petani miskin karena ada jalur distribusi sangat panjang, jadi harus dikontrol tengkulak,” ungkap Davyn lewat keterangan tertulis diterima redaksi di Jakarta, Rabu (21/8).

Menyikapi hal itulah dia kemudian belajar coding dari internet secara otodidak. Davyn bahkan sempat mengikuti magang di salah satu perusahaan IT di Jepang, hingga pada Oktober 2016 ia  berhasil menciptakan aplikasi eTani.

Aplikasi "eTani" merupakan perusahaan pemula yang memberdayakan petani Indonesia tanpa perantara dan mempromosikan budaya Farm to Table.

Sumber: APKPure

Dalam jangka panjang, Davyn berharap eTani mampu mengembangkan ekosistem yang memberdayakan petani dengan menyediakan pasar.

Selain itu, juga adalah untuk membantu mereka mendapatkan dana, membangun kolaborasi masyarakat dengan para pakar pertanian dan sesama petani, serta memaksimalkan kualitas dan kuantitas hasil ladang mereka.

Mahasiswa Berprestasi

Davyn terbilang mahasiswa berprestasi. Bukan sekadar menerima penghargaan dari BPIP, ia juga terpilih untuk mewakili Indonesia pada Youth Agriculture Summit 2019 di Brasilia, Brasil, November mendatang. 

Untuk diketahui, Youth Agriculture Summit adalah sebuah ajang International bergengsi yang disponsori oleh Bayer, perusahaan terkemuka German. Mereka tiap beberapa tahun sekali memilih 100 pemimpin muda dari seluruh dunia umur 18-25 tahun. 

Di forum tersebut Davyn akan mengangkat masalah keamanan pangan, salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Tidak pernah ada saat yang lebih penting daripada menciptakan inovasi di bidang pertanian, oleh karena itu kami mengambil tantangan untuk menyediakan nutrisi bagi populasi yang terus berkembang. Generasi muda yang memiliki minat dalam pertanian harus berada di garis terdepan upaya ini,” ungkap Liam Condon, Board of Management  Bayer AG dan Presiden Divisi of Crop Science di laman resmi Bayer.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Update Berita Film dan Musik Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait