George Washington Carver, Budak Kulit Hitam Penemu 300 Produk Kacang | Cek&Ricek wardah-colorink-your-day
Sumber: Bio.com

George Washington Carver, Budak Kulit Hitam Penemu 300 Produk Kacang

Ceknricek.com -- George Washington Carver dilahirkan pada tanggal hari ini, 12 Juli 1864, dari seorang budak kulit hitam bernama Mary. Ayahnya meninggal karena terlindas gerobak pengangkut kayu beberapa saat setelah dia dilahirkan.

Carver dikenal sebagai seorang penemu, ilmuwan, guru, dan juga pioner di bidang pertanian Amerika Serikat (AS). Hasil penelitiannya yang banyak dikenal adalah berbagai penemuan terhadap kacang sehingga Carver disebut "Manusia Kacang" (Peanut Man). Carver berhasil membuat 300 produk dari kacang, seperti tinta, susu, dan sabun.

Carver. Sumber: History

Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengajar ilmu botani kepada murid non-kulit putih di Tuskegee Istitute, Tuskegee, Alabama. Carver juga mengajarkan petani cara menanam tanaman sehat. Ia juga menulis di koran tentang cara menamam, menumbuhkan, dan menggunakan tanaman.

Masa Kecil

Semasa kecil, Carver diadopsi oleh keluarga Moses Carver. Bersama kakak laki-lakinya yang bernama Jim, ia dirawat dan dianggap sebagai anak sendiri oleh keluarga itu.

Pada usia 14 tahun, Carver meninggalkan rumah dengan harapan dapat melanjutkan pendidikan di tempat lain yang dapat menerima ras kulit berwarna. Dia mengerjakan banyak pekerjaan sederhana di banyak kota di sekitar Missouri dan Kansas. Dia bersekolah di sekolah manapun yang menerimanya. Buku teks pertamanya adalah Alkitab. Dia menjaga kedisiplinan untuk membaca Alkitab setiap hari karena memberinya arah tujuan dan kekuatan bagi hidup.

Carver. Sumber: Timecoast

Saat telah mempelajari semua hal yang diajarkan gurunya, dia pindah, mencoba menafkahi dirinya dengan cara belajar memasak dan membawakan cucian. Sejak awal dia memiliki filosofi bahwa banyak pekerjaan berarti mendatangkan banyak bayaran, dan dia tidak akan pernah menerima sumbangan.

Memperoleh Gelar Sarjana

Dengan dukungan dari beberapa sahabat kulit putihnya, Carver mendaftarkan diri ke Highland College di Kansas. Hatinya dipenuhi rasa sukacita saat dia menerima surat tanda diterima. Tetapi saat dia muncul di kampus dan memperlihatkan surat tanda terima itu, wajah sang dekan cemberut. "Kau tidak mengatakan bahwa kau adalah seorang Negro. Highland College tidak menerima orang Negro."

Sumber: alabamanewscenter.com

Hati Carver hancur. Ada begitu banyak hal yang harus dipelajari! Dia berjalan keluar, berkecil hati akibat rasialisme yang hanya melihat warna kulit daripada hati dan pikiran seseorang.

Carver tidak menyerah. Dia belajar sendiri untuk melukis dan memainkan akordion. Pada tahun 1888, dia memberanikan diri sekali lagi untuk mendaftarkan diri di Simpson College di Iowa --di sana ia menjadi orang kulit hitam kedua sepanjang sejarah perguruan tinggi itu. 

Dia menyukai seni dan mengejutkan banyak orang dengan lukisan bunganya yang indah. Dengan dorongan dari guru seninya, dia dipindahkan ke Iowa State College jurusan Pertanian dan Seni Mekanik di Ames, Iowa, untuk mempelajari pertanian. Carver akhirnya memperoleh gelar sarjana di bidang pertanian dan hama.

Carver. Sumber: Encyclopedia of Alabama

Jadi Kepala Jurusan

Setelah mendapat gelar sarjana pertanian, Carver menerima surat dari Booker T. Washington, seorang pendidik terkemuka berkulit hitam, yang menginginkan dirinya untuk mengepalai jurusan pertanian di Institut Tuskegee, di Tuskegee, Alabama.

Dia tiba di kampus Tuskegee pada tanggal 8 Oktober 1896, dan mulai mengajar 13 orang murid di kelas program dua tahunnya.

Sumber: University of Rochester

Pada musim semi tahun berikutnya, dia mengajar 76 murid. Pada musim semi yang sama di tahun 1897 itu, Pusat Eksperimen Tuskegee didirikan di kampus. Carver dan murid-muridnya bereksperimen untuk menemukan cara mengonservasi tanah, memperkenalkan jenis tanaman baru untuk membantu melepaskan cengkeraman "Raja Kapas", hidup mandiri, dan mengembangkan manfaat baru dari jenis-jenis tanaman pertanian untuk membantu menciptakan pasar yang lebih luas. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh diterbitkan dalam buletin dan disebarkan ke kota-kota di sekitarnya.

Media Demonstrasi

Carver yakin bahwa "demonstrasi" merupakan bentuk pengajaran yang paling baik. Orang-orang perlu melihat dan menyentuh. Dia mengembangkan berbagai cara untuk membantu para petani setempat. 

Pertama, dia mengadakan "institut petani" di kampus Tuskegee sehingga para petani bisa datang dan melihat berbagai eksperimen pertanian, menanyakan pertanyaan, dan mendiskusikan masalah mereka.

Sumber: alabamanewscenter.com

Cara kedua, yaitu "sekolah keliling" di akhir pekan. Carver dan seorang asisten memenuhi kereta taninya dengan berbagai contoh dan peralatan demonstrasi, serta mengadakan perjalanan di sepanjang jalan di Alabama agar dapat bertemu dengan petani miskin. Mereka akan mengajari para petani itu berbagai cara praktis untuk mengembangkan tanah pertanian, keluarga, dan hidupnya.

Sumber: alabamanewscenter.com

Dedikasikan Ilmu untuk Masyarakat

Sepanjang hidupnya, George Carver mendedikasikan ilmunya untuk membantu sesamanya mencari nafkah. Dia menciptakan 200 produk baru dari kacang dan 118 produk praktis dari ubi, menciptakan pasar baru, dan memperbanyak jumlah jenis tanaman komersial. Dia melepaskan cengkeraman "Raja Kapas" di daerah selatan; memperbaiki keadaan tanah gersang, dan semua ini menguntungkan baik bagi warga kulit putih maupun warga kulit hitam.

Sumber: Bio.com

George Carver sebagai seorang pria cerdas tetap hidup sederhana dan selalu memuliakan Tuhan atas segala prestasinya. Saat dia meninggal pada tahun 1943, di batu nisannya tertulis, "Dia dapat saja menggunakan keberuntungannya untuk menjadi terkenal, namun dia memperhatikan sesamanya, dan dia menemukan kebahagiaan serta penghormatan dengan menolong dunia."



Berita Terkait