Kiprah Penulis Novel Detektif Terlaris Agatha Christie | Cek&Ricek
Sumber: Istimewa

Kiprah Penulis Novel Detektif Terlaris Agatha Christie

Ceknricek.com -- Penggemar cerita detektif tentu sudah tidak asing dengan nama Agatha Christie. Perempuan asal Inggris ini tercatat sebagai salah satu penulis novel paling laris yang karyanya telah diterjamahkan ke berbagai bahasa.

Meninggal tepat hari ini, 43 tahun yang lalu pada 12 Januari 1976 di usia 85 tahun, penulis yang memiliki julukan ‘Ratu Misteri’ ini telah mengubah sejarah literatur lewat kisah-kisahnya yang cerdas dan menakjubkan.

Kisah Agatha Christie

Agatha Mary Clarissa Miller lahir pada 15 September 1890 di Torquay, Devon, Inggris dari keluarga menengah ke atas yang terpandang pasangan Frederick Alvah dan Clarissa Miller. 

Sumber: Istimewa

Christie memiliki satu kakak perempuan dan satu kakak laki-laki. Namun, berbeda dengan saudaranya yang mendapat pendidikan formal, sang ibu bersikeras agar putri bungsunya cukup belajar di rumah.

Dari sang ibu inilah Agatha kemudian belajar membaca, berhitung, serta bagaimana memainkan berbagai alat musik seperti piano dan mandolin yang kelak menjadi salah satu kegemarannya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam J.R.R Tolkien, Bapak Cerita Fantasi Modern

Agatha menjadi yatim saat berusia 10 tahun. Ia hanya tinggal bersama ibunya di Torquay dan meluangkan waktunya dengan menulis. Kakak perempuannya, Margaret memilih untuk tinggal bersama suami dan kakak laki-lakinya Louis bergabung dengan tentara Inggris.

Menginjak usia belasan, Agatha sempat mengenyam pendidikan formal, namun ini tidak bertahan lama karena ia tidak mampu beradaptasi dengan baik. Dia pun dikirim ke Paris untuk belajar privat kepada tiga wanita terpelajar di sana.

Sumber: Istimewa

Agatha kembali ke Inggris pada 1910 untuk menemani ibunya yang mulai berumur. Keduanya sempat pindah ke Kairo, Mesir yang lebih hangat dibandingkan Inggris. Di negeri Piramida inilah Aghata Remaja semakin menekuni hobi menulisnya.

Karya pertamanya berjudul The House of Beauty ia tulis dalam masa penyembuhan karena sakit. Selain itu, ia juga merampungkan novel pertamanya, Snow Upon the Desert, di Kairo. Namun, pada waktu itu tidak ada penerbit yang mau merilis tulisannya.

Agatha belum menerbitkan satu pun judul novel hingga ia bertemu dengan Archibald Christie, seorang perwira angkatan udara Inggris yang kemudian menjadi suaminya pada 1914 dan dikaruniai anak perempuan Rosalind Margaret Hicks lima tahun kemudian.

Relawan di Dua Perang Besar

Saat pecah Perang Dunia I, suami Agatha Christie dikirim ke medan perang di Perancis untuk menghadapi pasukan Jerman. Sementara itu, ia juga turut menjadi relawan sebagai perawat selama perang berlangsung. 

Pengalaman menjadi relawan perang inilah yang kemudian menginspirasinya untuk menulis karya novel. Agatha pun membuat tokoh detektif fiksi Hercule Poirot, seorang mantan polisi Belgia yang mengungsi ke Inggris selama masa perang dunia. 

Sumber: Istimewa

Baca Juga: Biografi Enid Blyton, Pembangkit Mimpi Anak-anak untuk Bertualang

Agatha mulai menulis novel detektif pertamanya yang berjudul The Mysterious Affair at Styles, pada 1916 dengan tokohnya yang terkenal, Hercule Poirot. Novel tersebut kemudian menjadi karya novel pertamanya yang dipublikasikan pada 1920 menggunakan nama Agatha Christie. 

Karakter detektif Poirot muncul setidaknya di 25 novel karya Agatha. Selain itu, Agatha juga membuat tokoh detektif wanita, Jane Marple, yang pertama kali muncul dalam novel berjudul Murder at the Vicarage yang dirilis pada 1930. 

Sumber: Istimewa

Tidak hanya itu, Agatha Christie juga menulis naskah drama pertunjukan. Salah satu yang masih ditampilkan sampai saat ini yakni drama pertunjukan berjudul The Mousetrap (1952) yang tercatat ribuan kali dipentaskan di London Theater.

Beberapa karya Agatha Christie juga telah diadaptasikan menjadi film layar lebar, di antaranya Murder on the Orient Express (1933, 1974, 2017), dan novel berjudul Death on the Nile yang dirilis 1937 dan diadaptasi menjadi film pada 1978.

Ketika Perang Dunia II pecah, Agatha juga kembali menjadi relawan farmasi di sebuah rumah sakit universitas di London. Di sinilah ia mendapat mengetahuan tentang berbagai jenis racun yang digunakannya sebagai bahan tulisan untuk novelnya dengan nama pena Mary Westmacott.

Kehidupan Pribadi dan Kematian

Meski telah menjadi salah satu penulis terkenal, kisah kehidupan Agatha Christie tidak selalu berjalan mulus. Kehidupan rumah tangganya harus berakhir pada 1926 ketika suaminya memilih untuk bercerai dan menikahi perempuan lain.

Pada bulan Desember di tahun yang sama, Agatha dikabarkan pergi dari rumahnya dengan hanya meninggalkan secarik pesan kepada sekretarisnya bahwa dia pergi ke Yorkshire. Lebih dari sepekan ia menghilang dan membuat geger publik. 

Upaya pencarian pun dilakukan oleh pihak kepolisian bersama dengan relawan. Sebuah surat kabar bahkan memasang hadiah bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi keberadaan Agatha yang raib tanpa kabar.

Baca Juga: Mengenang Goethe: Sastrawan Terbesar Jerman

Nyatanya, Christie kemudian ditemukan sedang berada di sebuah hotel di Harrogate, Yorkshire. Dia menginap menggunakan nama Teresa Neele, wanita yang menjadi kekasih suaminya dan penyebab berakhirnya pernikahan mereka. 

Tiga tahun berselang, Agatha kembali meninggalkan Inggris dan pergi ke Timur Tengah. Dia mengunjungi Istanbul, Turki dan juga Baghdad, Irak untuk mencari inspirasi. Tidak jauh-jauh dari tempatnya duduk di atas kereta, ia akhirnya menemukan hal itu.

Di atas kereta api ekspres ini inspirasi menghampiri Aghata hingga lahirlah salah satu novel terlarisnya, Murder on the Orient Express, ketika kereta mewah yang ia tumpangi terjebak dalam banjir di suatu daerah selama satu malam.

Sumber: Istimewa

Dalam perjalanannya di tempat yang lain di tahun yang berbeda, Agatha kembali bertemu dengan jodohnya, Max Mallowan, seorang arkeolog yang lebih muda 13 tahun darinya. Keduanya kemudian menikah pada tahun 1930.  

Setelah mengarungi bahtera perkawinan selama hampir empat dasawarsa, kesehatan Agatha mulai menurun. Meski demikian dia tetap menulis. Namun, seiring waktu dia mulai kesulitan untuk mengingat karena Alzheimer yang dideritanya. 

Pada 12 Januari 1976, Agatha meninggal dunia di usia 85 tahun di kediamannya di Winterbrook, Wallingford, Oxfordshire. Jenazahnya disemayamkan di halaman gereja St Mary di Cholsey. Beberapa tahun kemudian suaminya turut menyusul dan dimakamkan di samping Aghata Christie.

BACA JUGA: Cek SEJARAH, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait