Sumber: Reuters

IHSG dan Rupiah Menguat Setelah BI Mengumumkan Suku Bunga Acuan

Ceknricek.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis (23/1) sore ditutup menguat. Penguatan ini bertepatan dengan pengumuman Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuannya.

IHSG ditutup menguat 15,76 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.249,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 3,75 poin atau 0,37 persen menjadi 1.024,59.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan hampir seluruh waktunya di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Sebanyak 182 saham naik, 220 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya.

Baca Juga: Hasil RDG BI Januari 2020, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5 Persen

Secara sektoral, tujuh sektor meningkat dengan sektor industri dasar naik paling tinggi yaitu 1,25 persen, diikuti sektor manufaktur dan sektor aneka industri yang masing-masing naik 0,68 persen dan 0,64 persen. Sementara tiga sektor lainnya terkoreksi dengan sektor perdagangan turun paling dalam yaitu minus 0,67 persen, diikuti sektor pertanian dan sektor pertambangan masing-masing turun 0,29 persen dan 0,07 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp297,19 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 399.210 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,91 miliar lembar saham senilai Rp6,36 triliun.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 235,9 poin atau 0,98 persen ke 23.795,4, Indeks Hang Seng melemah 431,9 poin atau 1,52 persen ke 27.909,1, dan Indeks Straits Times melemah 18,95 poin atau 0,58 persen ke posisi 3.234,98.

Sumber: Reuters

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan sebesar 5 persen. Begitu pula dengan tingkat suku bunga penyimpanan dana di BI atau deposit facility dan penyediaan dana ke perbankan atau lending facility masing-masing tetap di 4,25 persen dan 5,75 persen.

Sementara itu, Rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen di level Rp13.639 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.646 per dolar AS. Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp13.642 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.609 per dolar AS hingga Rp13.642 per dolar AS.

Baca Juga: Kebijakan Akomodatif, BI Buka Ruang untuk Penurunan Suku Bunga Acuan

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.626 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.678 per dolar AS. Mengutip Bloomberg, mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak melemah terhadap dolar AS.

Selain rupiah, hanya yen Jepang yang berhasil naik 0,26 persen dan menjadi mata uang terkuat di Asia. Sementara itu, yuan China menjadi mata uang paling lemah di Asia dengan penurunan 0,41 persen, disusul won Korea (0,36 persen), baht Thailand (0,31 persen) dan dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,21 persen.

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait