Ketua Satgas COVID-19 Apresiasi Kemenkumham Lakukan Tes Usap | Cek&Ricek
Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo (BNPB)

Ketua Satgas COVID-19 Apresiasi Kemenkumham Lakukan Tes Usap

Ceknricek.com -- Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mengapresiasi tindakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang melakukan tes usap kepada seluruh pegawai dan warga binaan LP se-Jabodetabek.

Dalam siaran pers yang diterima ceknricek.com di Jakarta, Jumat, (27/11/20) Doni menyatakan upaya Kemenkumham dalam melakukan penelusuran penyebaran COVID-19 merupakan bagian dari arahan Presiden Joko Widodo terkait proses tes, telusur dan tindak lanjut (3T) untuk menangani COVID-19 sedini mungkin.

“Ini sesuai arahan Bapak Presiden untuk melakukan testing dan tracing yang masif dan agresif,” ujar Doni

Lebih lanjut Kepala BNPB ini menjelaskan saat ini sudah ada alat deteksi dini COVID-19 berupa tes cepat berbasis antigen. Alat tersebut secara efektif dapat mendeteksi COVID-19 melalui pengambilan sampel dari hidung. Hal ini lebih bagus apabila dibandingkan dengan metode tes cepat antibodi.

Klik video untuk tahu lebih banyak - SOSIALISASI 3M DARI INDRO WARKOP

Lebih lanjut Doni berharap upaya testing dan tracing menggunakan alat rapid test berbasis antigen dapat dilakukan di seluruh sektor baik di pusat maupun di daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh seluruh pihak lainnya baik di pusat maupun di daerah,” ucapnya.

Jenderal berbintang tiga ini menjelaskan penelusuran dan deteksi dini COVID-19 dengan metode swab tersebut juga dapat mengurangi risiko yang fatal dari setiap kasus yang ditemukan. Berdasarkan data Satgas COVID-19 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan memiliki angka rata-rata kesembuhan 100 persen.

Selanjutnya pasien yang bergejala ringan menuju gejala sedang, maka angka kematiannya berada pada rata-rata 2,4 persen. Sedangkan pasien dalam fase gejala berat, probabilitas angka kematiannya adalah 6,5 persen dan dapat lebih buruk lagi apabila masuk pada fase kritis.

“Menjadi sangat fatal ketika memasuki fase kritis, angka kematian mencapai 67,5 persen,” ungkap Doni.

Doni Monardo melihat upaya Kemenkumham dalam melakukan testing menjadi strategi yang baik. Sebab masyarakat yang berada di lingkungan Kemenkumham seperti warga binaan di LP menjadi rawan tertular mengingat keterbatasan kapasitas ruangan.

“Oleh karenanya, upaya Kemenkumham untuk melakukan testing dengan metode swab antigen ini adalah suatu strategi yang sangat jitu. Apalagi kita ketahui bersama Lembaga Pemasyarakatan (LP) adalah tempat yang relatif sempit dan dihuni oleh banyak warga binaan,” pungkasnya.

Baca juga: Yasonna Swab Puluhan Ribu Napi se-Jabodetabek

Baca juga: Penyedia Tes Usap Mandiri Harus Transparan Guna Hindari Kecurangan Harga


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait