Livi Zheng, Dari Blitar Tembus Hollywood | Cek&Ricek
Foto: internationalfilmreview

Livi Zheng, Dari Blitar Tembus Hollywood

Ceknricek.com. Pertemuan Livi Zheng dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di rumah dinas Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (16/2) sore, turut menguak kiprah sutradara muda asal Blitar , Jawa Timur itu. Livi Zheng salah seorang diaspora Indonesia, yang kini berdomisili di Los Angeles, Amerika Serikat.


Lahir di Blitar, 3 April 1989, ia dan keluarga pindah ke Jakarta saat berusia empat tahun. Zheng memiliki seorang adik, Ken Zheng yang juga terlibat dalam film dan seni bela diri. Ia dan adiknya berpindah ke Beijing ketika berusia 15 tahun, dan ke Amerika Serikat di 18 tahun. Livi kemudian memulai karier di dunia perfilman sebagai seorang stuntwoman di serial Laksamana Cheng Ho pada 2008 ketika berusia 19 tahun.


Livi mengawali karier di Hollywood sebagai stunt person, setelah itu mengambil kursus film dan mulai membantu di set/lokasi film. Banyak hal yang meski ia lewati saat mengawali kiprahnya. Livi bahkan dihadapkan pada tiga hal yang membuat pelaku industri di Hollywood mengerutkan dahi : berasal Asia, perempuan, dan muda.

Namanya mulai membetot perhatian setelah ia menyelesaikan karya perdana sebuah film berjudul Brush With Danger. Film produksi tahun 2014 ini dinilai sukses berhasil menaklukan ranah perfilman Hollywood. Brush With Danger diputar di bioskop-bioskop Amerika Serikat sejak September 2014, di antaranya San Francisco, San Jose, Austin, Dallas, New York City, Los Angeles, Seattle, Cleveland, dan Washington DC. Film ini sekitar dua bulan dan menuai banyak pujian.


Brush With Danger bahkan masuk dalam seleksi nominasi Piala Oscar di tahun 2015. “Dalam film tersebut, kami memasukkan unsur musik gamelan dan menggunakan lebih dari 50 lukisan asal Indonesia,” tulis Livi seperti lampiran biodata dirinya yang diterima redaksi, Minggu (17/2).


Promosi Konsulat Jenderal

Livi dan kawan-kawan turut membantu pemerintah Indonesia mempromosikan Konsulat Jendral Republik Indonesia di Los Angeles melalui film LA’s Gateway to Indonesia, untuk memberitahukan bahwa pelayanan paspor di Los Angeles. Ia juga menyutradarai sebuah film promosi budaya dan pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar dengan judul “Amazing Blitar” dan dipromosikan di Los Angeles.


Karya film layar lebar Livi Zheng lainnya adalah “Insight” yang juga menggabungkan pencak silat dalam koreografi film action. Film ini rencananya akan tayang di bioskop-bioskop Amerika dan Indonesia pada tahun 2020 nanti.


Di samping menyutradarai film, Livi  juga sering menjadi pembicara di Amerika Serikat. Ia, misalnya, menjadi pembicara di Annual Meetings of the World Bank Group and IMF di Washington DC, AS bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Mereka mempromosikan Indonesia khususnya Bali serta rencana penyelenggaraan “Annual Meetings of the World Bank Group and IMF”, Oktober 2018.


Sebelum itu, 5 Agustus 2018, Livi menerima piagam penghargaan sebagai Duta Menpora RI dan Pemuda Hebat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam acara pemecahan rekor dunia poco-poco terbanyak, 65.000 orang, Guiness World of Records.


Terakhir, ia baru meluncurkan film layar lebar terbaru,“Bali: Beats of Paradise”, yang tayang di bioskop-bioskop Amerika, November 2018. Film ini masuk seleksi nominasi Piala Oscar kategori Best Picture bersaing dengan film-film seperti Black Panther, Boheamian Rhapsody dan A Star is Born. “Film Bali : Beats of Paradise bertemakan gamelan Bali yang sebetulnya sudah mendunia dan digunakan dalam film-film Hollywood seperti Avatar” dan Star Trek,” tulis Livi.

 

Itulah sekilas kiprah Livi Zheng. Sineas muda Indonesia asal Blitar yang karyanya kini tembus ke kancah perfilman dunia.



Berita Terkait