Longsor Kebumen Timbun 6 Rumah, 1 Tewas dan 2 Orang dalam Pencarian | Cek&Ricek
Petugas SAR mengevakuasi korban longsor di Kebumen/RMOLJateng

Longsor Kebumen Timbun 6 Rumah, 1 Tewas dan 2 Orang dalam Pencarian

Ceknricek.com -- Di masa puncak musim penghujan saat ini masyarakat harus punya kewaspadaan yang besar. Karena bencana alam bisa tiba-tiba terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Seperti bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Kalijering Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, pada Rabu dinihari tadi (10/2)/21.

Akibatnya, 2 orang warga setempat dilaporkan hilang dan satu lainnya ditemukan telah meninggal.

Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama, saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres, Iptu Sugiyanto mengatakan, warga yang ditemukan meninggal yakni bernama Tarsinah (60).

"Sekitar pukul 06.30 WIB, jenazah Tarsinah ditemukan oleh petugas gabungan," jelas Iptu Sugiyanto, Rabu (10/2/21), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Sementara 2 warga lain yang belum ditemukan adalah Jemarun (48) dan Doniatun (46).

Hingga sampai saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Kebumen, Polres Kebumen, Kodim 0709 Kebumen, serta relawan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, untuk Desa Kalijering longsoran tanah berasal dari tebing sepanjang 100 meter. Dari kejadian itu 6 rumah tertimbun longsoran tanah.

Selain longsor di Kalijering, Desa Sidototo Kecamatan Padureso juga mengalami longsor. Sedikitnya 4 rumah terkena longsoran tanah dan mengalami kerusakan cukup parah.

Selanjutnya Dukuh Merden Desa Merden Kecamatan Padureso, pada waktu yang sama ditimpa banjir cukup parah mencapai 1,5 meter.

Kapolres Kebumen bersama pejabat Polres dan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto telah meninjau lokasi bencana alam di Padureso dan meminta warga untuk mengungsi di tempat yang lebih aman.

Sudah Diingatkan, Anggaran Pilkada 2020 Seharusnya Untuk Mitigasi Bencana Alam Di Masa Pandemi Banjir Di Subang Bukan Karena Tingginya Intensitas Hujan, Ini Penyebabnya

Karena intensitas hujan cukup tinggi belakangan cukup tinggi, Sugiyanto mengimbau warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. (Rmol.Id)

Baca juga: Longsor Kota Kupang: 2 Orang Tewas dan 140 Warga Mengungsi

Baca juga: BNPB: Longsor hingga Banjir Mendominasi Bencana di Indonesia


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait