Mahathir Kritik Anwar Ibrahim Tidak Sabaran | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Mahathir Kritik Anwar Ibrahim Tidak Sabaran

Ceknricek.com -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan belum berencana pensiun dari dunia politik setelah pengunduran diri mengejutkannya tiga pekan lalu. Dalam wawancaranya dengan Nikkei Asian Review Kamis (12/3/2020), dia mengaku masih terus dijumpai oleh publik, dengan mereka menyatakan tak ada sosok lain yang berpegalaman selain dia.

“Saya sudah berkata usia saya telah 94 tahun namun mereka percaya tidak ada sosok lain yang berpengalaman. Saya berpengalaman sebagai PM selama puluhan tahun," katanya.

"Saya belajar banyak hal. Mereka yakin saya dapat menyelesaikan banyak persoalan negara.” ucap Mahathir Mohamad.

Politisi berjuluk Dr M itu menegaskan, dia akan melancarkan comeback politik jika rakyat menginginkannya. Apalagi jika suksesornya Muhyiddin Yassin tidak memerintah Malaysia dengan baik. Mahathir melanjutkan sangat egois bagi dia jika memilih pensiun.

“Saya paling tidak suka pemerintahan yang tidak becus. Kewajiban dan tugas saya untuk melakukan sesuatu.” tuturnya.

Suami Siti Hasmah itu juga tidak menutup kemungkinan kembali maju sebagai anggota parlemen dari dapil Langkawi yang saat ini diwakilinya.

Mahathir Kritik Anwar Ibrahim Tidak Sabaran
Sumber: Istimewa

“Jika ditanya, saya sejujurnya tidak mau karena saya akan berusia 98 tahun pada pemilu 2023. Namun saya akan maju jika rakyat meminta.” 

Mahathir juga menggunakan wawancara ini untuk kembali melancarkan kritik pedas terhadap mantan sekutu dan musuh politiknya Anwar Ibrahim. 

“Anwar itu tidak sabar. Ketika dia di UMNO, saya mengangkat dia sebagai Deputi Perdana Menteri di mana dia akan menggantikan saya ketika saya pensiun. Yang ada dia tidak sabaran dan berkomplot untuk menjatuhkan saya. Tentunya upaya dia gagal.”

Baca juga: Menteri Keuangan Malaysia Sebut Transisi Kekuasan Tergantung Tiga Faktor

Tanpa ragu, Mahathir kembali menyebut Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) tersebut tidak berubah seperti 2 dekade silam.

“Kali ini, Anwar berkampanye menggunakan orang-orangnya untuk meminta saya mundur. Saya merasa saya hanya akan mundur jika waktunya sudah aman dan tepat,” serang Mahathir. 

Mahathir Kritik Anwar Ibrahim Tidak Sabaran
Sumber: Reuters

Mahathir menyindir hausnya Anwar akan kursi PM membuat koalisi Pakatan Harapan kolaps di mana dia terpaksa mundur dan Anwar sendiri gagal menjadi orang nomor satu negeri “Jiran”.

Hubungan antara dua politisi yang sudah mewarnai politik Malaysia selama 2 dekade ini memang pasang surut. Sejak meninggalkan Putrajaya, Mahathir kerap menyalahkan Anwar sebagai biang kerok berakhirnya kekuasaan Pakatan Harapan yang memerintah selama 22 bulan. Politisi kawakan itu juga menyebut Anwar tidak layak menjadi PM. Padahal, dia sudah berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke Anwar dua tahun setelah kemenangan Pakatan Harapan pada pemilu May 2018.

Terakhir dalam wawancara dengan Harian Sinar Harapan, Mahathir dengan tegas mengatakan Anwar tidak pernah mendapat dukungan suku Melayu karena ideologi politiknya yang terlalu liberal. Dr M juga mengakui, dia masih memiliki masalah dengan Anwar yang pernah dipenjara namun bersedia bekerjasama dengannya untuk mengalahkan mantan PM Najib Razak yang menurutnya lebih berbahaya dari Anwar. Tentunya pernyataan terbaru Mahathir mengonfirmasi rahasia terbuka bahwa dia tidak pernah menginginkan Anwar menjadi suksesornya.

BACA JUGA: Cek OLAHRAGA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait