Mantan Jubir Jusuf kalla, Husain Abdullah: Tidak Ada Orang JK di Istana Wapres | Cek&Ricek wardah-colorink-your-day
Foto: Istimewa

Mantan Jubir Jusuf kalla, Husain Abdullah: Tidak Ada Orang JK di Istana Wapres

Ceknricek.com -- Mantan Juru Bicara (Jubir) Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyatakan saat ini sudah tidak ada lagi staf mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden.

Pernyataan Husain itu disampaikan kepada redaksi Ceknricek.com Kamis (27/8/20) petang. Ia membantah pernyataan Ketua Presedium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam siaran persnya, Kamis (27/8/20).

Menurut Neta Pane, pihaknya mendapat informasi bahwa tim sukses Ma’ruf Amin geram dengan manuver politik yang dilakukan orang-orang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres.

Neta menyebut, tim sukses dihalang-halangi orang-orang Jusuf Kalla saat ingin bertemu Ma’ruf Amin. Bahkan, keluarganya pun sulit untuk bertemu sang Wapres.

“Sejak Maruf Amin menjadi Wapres baru pada 20 Agustus 2020 lalu, (1 Muharram) tim suksesnya bisa bertemu dan berdialog dengan Maruf Amin. Mereka komplain terhadap orang orang Jusuf Kalla yang masih berkuasa di Istana Wapres yang selalu menghalangi mereka untuk bertemu mantan Ketua Umum MUI itu,” kata Neta.

Dalam pertemuan liburan 1 Muharram itu, lanjut Neta, tim sukses Maruf Amin juga mengungkapkan pada Wapres bahwa hingga kini tidak satu pun dari mereka (tim sukses Maruf Amin) yang menjadi komisaris di BUMN. Sementara mereka melihat puluhan orang orang "yang tak berkeringat" enak enakan duduk menjadi komisaris BUMN.

“Sudah tidak ada lagi orang staf khusus (Jusuf Kalla) di istana Wakil Presiden. Di situ yang ada orang-orang seketariat negara, orang pak JK sudah tidak lagi menjabat, selebihnya hanya ASN di bawah sekretariat kenegaraan,” ungkap Husain saat dikonfirmasi via telepon.

Baca juga: Pengamat: RUU Cipta Kerja Perlu Disambut Baik

Husain juga menepis anggapan staf Ma’ruf Amin yang dihalang-halangi oleh orang-orang Jusuf Kalla. Menurutnya, segala bentuk protokol dan birokrasi di Istana Wakil Presiden berada di bawah kesekretariatan negara.

“Ini lucu, tidak ada kaitan dengan orang dalam. Jadi di sana ya staf dari pak Ma’ruf Amin, nggak ada staf kita,” tambah Husein.

Dalam siaran persnya Neta menyebut pihak Ma'ruf Amin sudah menyampakan usulan kepada Meneg BUMN.

“Namun, hingga kini usulan itu tidak mendapat jawaban. Untuk itu mereka meminta agar Wapres segera memanggil Mensesneg dan Meneg BUMN,” ujar Neta.

Sikap itu pun tak ayal menurut Neta membuat sebagian pendukung Ma’ruf Amin semakin resah. Dia menilai, jika kondisi ini dibiarkan terus juga bakal mengakibatkan terjadinya ketegangan di elit kekuasaan.

“Mensesneg perlu menjelaskan kepada publik, kenapa orang orang Jusuf Kalla belum juga digeser dari Istana Wapres, sehingga posisi Wapres dibuat seperti "burung di sangkar emas" yang tidak bisa diakses para pendukung maupun keluarganya,” tulis Neta.

Menurut Neta, dari Informasi yang diperoleh IPW, salah satu yang membuat terganjalnya reshuffle kabinet adalah akibat protes dari kubu Maruf Amin. Sebab sebelumnya sejumlah calon menteri yang akan ikutan dalam reshuffle sudah dipanggil Jokowi.

“Ada yang bersedia dan ada yang menolak ditawarkan posisi menteri, dengan alasan pandemi Covid-19 membuat mereka tidak akan bisa bekerja maksimal. Tidak dilibatkannya Maruf Amin dalam proses rencana reshuffle ini membuat para pendukungnya melakukan protes,” kata Neta.

Mengenai siaran persnya yang menyorot hal di luar tupoksinya selama ini, Neta menjelaskan bahwa concern IPW dalam hal ini adalah terkait keamanan yang bisa berdampak pada potensi gangguan keamanan di akar rumput, terutama menjelang pilkada serentak Desember mendatang.

"Artinya jika konflik ini terus dibiarkan, para pendukung wapres di berbagai daerah bisa marah dan ini potensi terhadap gangguan keamanan," tandas Neta.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait