Marak Kontroversi VAR, Arsene Wenger Mau Aturan Offside Direvisi | Cek&Ricek
FIFA

Marak Kontroversi VAR, Arsene Wenger Mau Aturan Offside Direvisi

Ceknricek.com -- Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengusulkan agar aturan offside dalam sepak bola harus sedikit direvisi untuk menuntaskan kontroversi-kontroversi penggunaan Video Assistant Referee atau VAR. Usulan itu disampaikan Wenger menyusul serangkaian keputusan VAR yang menyebabkan gol-gol dianulir karena pemain "sedikit" berada dalam posisi offside.

"Jika berbicara soal offside dengan selisih sepersekian centimeter, mungkin ada ruang untuk sedikit mengubah aturan offside sehingga kita tidak mengatakan bahwa seorang pemain terkena offside karena hidungnya," kata Wenger seperti dikutip BBC.

Wenger saat ini menjabat sebagai kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, termasuk menjadi anggota panel Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).

Baca Juga: Bertemu Klopp di Qatar, Wenger Sebut Salah Seperti Messi

Adapun Aturan saat ini menyatakan bahwa pemain dalam posisi offside bila: Setiap bagian dari kepala, badan, atau kaki berada di pertahanan lawan (tidak termasuk garis tengah) dan ada bagian dari kepala, tubuh, atau kaki yang lebih dekat dengan garis gawang lawan daripada bola dan dua pemain lawan terakhir.

"Anda tidak akan offside jika ada bagian tubuh yang bisa mencetak gol segaris dengan bek terakhir, bahkan jika bagian lain dari tubuh penyerang ada di depan," ujar Wenger.

Rencananya, usulan mantan pelatih asal Prancis tersebut itu akan dibahas dalam sebuah pertemuan tahunan Ifab, yang akan digelar pada 29 Februari mendatang.

Getty Images

Sebelumnya, UEFA memangkas 15 detik dari waktu rata-rata yang dibutuhkan sistem video bantuan wasit (VAR) untuk mengubah keputusan wasit di Liga Champions musim ini, sehingga rata-rata waktu koreksi akan turun menjadi satu menit 30 detik. Penggunaan VAR di beberapa liga seperti Premier League banyak menuai kritik bahwa para petugas video di beberapa negara sekarang ini justru memiliki kekuatan lebih ketimbang yang ada di lapangan.

Banyak kritikus merasa VAR melampaui kemampuan awalnya menganulir gol karena pelanggaran terkecil seperti seorang pemain yang dinyatakan offside oleh hakim garis. Salah satu pengkritik adalah Presiden UEFA, Aleksander Ceferin yang menyebut penggunaan VAR telah mengubah karakter olahraga.

Kendati demikian, UEFA menetapkan VAR akan digunakan pada babak sistem gugur Liga Europa untuk pertama kalinya musim ini. VAR juga digunakan untuk pertandingan playoff dan final Euro 2020 pada Maret.

BACA JUGA: Cek BUKU & LITERATUR, Berita Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait