Sumber: Getty Images

Mengenang John Lennon, Musisi Pendiri The Beatles

Ceknricek.com -- Bagi penikmat musik klasik, nama John Lennon tentu saja sudah tidak asing bagi semua orang. Bersama Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star, Lennon telah merubah lanskap musik dunia bersama band mereka, The Beatles.

Lahir tepat pada tanggal hari ini, 79 tahun yang lalu, 9 Oktober 1940, John Winston Lennon kemudian dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang namanya hampir menjadi mitos.

Kiprah Lennon

Lennon terlahir dari pasangan Julia Stanley dan Alfred Lennon. Alfred seorang pelaut yang sering berpergian dan jarang kembali ke Liverpool. Bahkan ia tidak hadir pada saat John kecil lahir. 

Sumber: Getty Images

Konon, pada malam Lennon lahir, sedang terjadi serangan Jerman atas Inggris pada Perang Dunia II. Didorong oleh kejadian ini, dan juga kekaguman Julia pada Winston Churchill, bayi itu pun diberi nama tengah Winston, dari nama Perdana Menteri Inggris yang tenar itu.

Saat Lennon masih berusia empat tahun, Ia pun dipaksa untuk memilih di antara ayah dan ibunya yang telah berpisah. Lennon kecil akhirnya memilih untuk bersama ibunya, namun pada kenyataannya lebih sering tinggal bersama bibinya, yang dipanggil Aunt Mimi. 

Sumber: Getty Images

Meski demikian Julia masih secara rutin berkunjung ke kediaman Mimi di Mendips. Barulah saat berusia 11 tahun, Lennon sesekali mengunjungi ibunya di Liverpool. Ia juga  mulai berkenalan dan akrab dengan musik dari sang ibu yang kerap memutar lagu-lagu Elvis Presley serta belajar memainkan banjo dari Ibunya.

Semasa sekolah dasar, Lennon bersekolah di Dovedale Primary School di Liverpool dan melanjutkan ke Quarry Bank High School di kota yang sama pada 1952 hingga 1957. Di bangku sekolah, Lennon dikenal sebagai anal yang santai dan lebih sering bercanda.

Pada umur 16 tahun, Lennon mendapatkan gitarnya yang pertamanya yang dibelikan oleh sang Ibu. Namun, berbeda dengan ibunya, Bibi Mimi, dikenal sangat skeptis terhadap kegemaran Lennon bermain gitar.

Baca Juga: Rayakan 50 Tahun Album The Beatles, Ratusan Fans Berkumpul di Abbey Road

“Gitar memang oke, John, tapi kamu tidak bisa hidup dari itu.” Ucap Bibinya. Hingga beberapa tahun kemudian, ketika Lennon telah sukses, ia pun menghadiahkan Mimi sebuah plakat emas bertuliskan kata-kata tersebut.

Tahun 1958 kejadian menyedihkan dialami Lennon ketika ibunya meninggal tertabrak mobil karena kecerobohan polisi yang mabuk, di depan matanya yang saat itu masih berusia 17 tahun. Sifat pemberontakan dan anti penguasa Lennon mungkin bermula dari peristiwa ini. 

Membentuk Band

Tahun 1956, saat masih duduk di bangku sekolah, Lennon membentuk band pertamanya yang diberi nama The Quarrymen.  Band yang beranggotakan Lennon dan teman-teman sekolahnya ini adalah sebuah band skiffle (band dengan alat-alat rumah tangga) di Quarry Bank Grammar School.

Sumber: Google

Pada tanggal 6 Juli 1957, Quarrymen tampil pada sebuah acara gereja di Gereja St. John, Woolton. Di acara inilah Lennon pertama kali bertemu dengan Paul McCartney, yang saat itu menonton penampilan Quarrymen. 

McCartney sangat kagum akan penampilan band tersebut, dan lalu menghampiri Quarrymen di belakang panggung, ditemani temannya Ivan Vaughan yang juga teman Lennon. Dari Paul juga nantinya Lennon akan berkenalan dengan George Harrison.

Pasca bergabungnya George mereka juga mulai merekrut Stuart Sutcliffe, teman Lennon di sekolah seni yang menjadi basis, dan Pette Best sebagai drumer pada 1960 yang kemudian berganti nama menjadi The Beatles.

Sumber: Getty Images

Setahun kemudian, saat tampil dalam penampilan reguler mereka di sebuah kelab di Liverpool, mereka bertemu dengan Brian Epstein, yang akan menjadi manajer dan membawa The Beatles menandatangani kontrak dengan EMI.

Bersamaan dengan drumer baru mereka, Richard Starkey, atau yang lebih dikenal dengan Ringo Starr, The Beatles kemudian merekam lagu pertama mereka yang berjudul "Love Me Do" pada Oktober 1962.

Seiring waktu, nama The Beatles akhirnya semakin dikenal dan lagu-lagu mereka berhasil memuncaki tangga lagu di Inggris, di antaranya "Please Please Me", "She Loves You" dan "I Want to Hold Your Hand". 

The Beatles benar-benar meraih puncak ketenaran hingga akhirnya sang manajer, Epstein, tewas akibat overdosis obat tidur. Sejak ditinggalkan sang manajer, karier musik The Beatles pun mulai terguncang. Hal ini juga diperparah perseteruan antara Paul dan Lennon.

Sumber: Getty Images

Namun di tahun-tahun terakhir menjelang bubar, yang diawali dengan mundurnya Lennon dari band pada September 1969, The Beatles masih mampu mengeluarkan sejumlah lagu hits, seperti "Yellow Submarine" (1968) dan "Let It Be" (1970). 

Baca Juga: 7 Fakta Paul McCartney, Gitaris The Beatles yang Berulang Tahun ke-77

Setelah band ini bubar pada tahun 1970, perseteruan antara Lennon dan McCartney terus berlanjut. Salah satunya adalah Lennon kesal karena McCartney mendahuluinya dalam menyatakan bubarnya The Beatles. Lennon, Harrison dan Starr juga melawan McCartney di pengadilan dalam membubarkan band ini.

Karier Solo dan Kematian

Sebelum bubarnya The Beatles, Lennon masih sempat berkarya dan memulai karier solonya dalam bermusik. Bersama Yoko Ono, Istrinya, ia masih sempat merekam tiga album eksperimental, yakni, Unfinished Music No. 1: Two VirginsUnfinished Music No. 2: Life with the Lions, dan Wedding Album.

Sumber: Istimewa

Setelah bubarnya The Beatles di tahun 1970, Lennon kemudian meluncurkan album John Lennon/Plastic Ono Band. Dimana di dalamnya terdapat salah stu lagu berjudul  "God" yang menuliskan orang-orang dan hal-hal yang tidak dipercayai Lennon, baik terhadap Jesus, Budha, Hitler, Kennedy, Mantra, dan bahkan The Beatles.

Penegasan Lennon terhadap ketidakpercayaannya terhadap ‘agama’ juga sempat ia tuliskan dalam lagunya yang paling kesohor,”Imagine.” Lagu yang kemudian dianggap sebagai lagu perdamaian dunia ini Lennon tuliskan tatkala Perang Dingin tengah berlangsung.

Dalam Lennon in America (2000) karya Geoffrey Giuliano, Lennon juga sempat  berkomentar bahwa lagu "Imagine" adalah "lagu anti agama, anti nasionalistis, anti konvensional, anti kapitalistis. Namun, karena kata-katanya diperhalus, lagu ini pun dapat diterima [masyarakat]”.

Pada 8 Desember 1980, pada hari Senin, David Chapman, penggemar The Beatles, dengan berbekal Revolver Colt 38 dan satu buah buku The Catcher in the Rye karya J.D Salinger, mendatangi Lennon di apartennya di New York. Ia kemudian meminta tanda tengan dari sang Idole di album mereka Double Fantasy. Selepas itu, David mencabut pistolnya dan menembakkannya berkali-kali ke arah Lennon.

Baca Juga: Setelah 50 Tahun, Abbey Road Kembali Duduki Tangga Teratas

Vokalis dan punggawa The Beatles itu kemudian tewas dengan 4 tembakan yang bersarang di tubuhnya. Nyawa John melayang di usia 40 tahun. Dunia pun berkabung. Ribuan lilin menyala untuk menegnang salah satu musisi yang sangat mencintai perdamaian tersebut. 

Sumber: Istimewa

Jenazah Lennon kemudian dikremasi dua hari kemudian, pada 10 Desember 1980, di Ferncliff Cemetery di Hartsdale, New York. Abu hasil kremasi itu pun diberikan pada Yoko Ono. Sementara itu, sang pelaku pembunuhan, Chapman dijebloskan ke penjara dan mendapatkan hukuman selama 20 tahun.

Sumber: Istimewa

BACA JUGA: Cek OPINI, Opini Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait