Ilustrasi : Ceknricek.com

Mike Tyson, Jatuh Bangun Surut Karier Si Leher Beton

Ceknricek.com -- Mike Tyson mungkin pernah kalah dua kali dari Evander Holyfield. Ia juga  pernah takluk atau kalah TKO pada ronde ke-8 dari Lennox Lewis. Di penghujung kariernya pun ia sempat kalah melawan petinju semenjana Kevin McBride, hingga ia akhirnya mengundurkan dari dunia tinju alias pensiun.

Kekalahan atas McBridge terjadi, 11 Juni, 14 tahun silam. Sehari kemudian, tepat pada tanggal hari ini, 12 Juni 2005, ia mundur dari ring tinju, olahraga yang sempat melambungkan namanya ke seantero jagat.

Nama Mike Tyson dalam dunia tinju kelas berat akan selalu lebih dikenang dibanding Holyfield, Lewis, McBridge, ataupun petinju segenerasinya. Setelah Muhammad Ali, fenomena tinju legendaris berikutnya adalah Mike Tyson. Jelas dan itu tak perlu diragukan lagi.

Kekalahan yang Menyakitkan 

Sabtu, 8 Juni 2002, di Pyramid Arena Memphis, Tennesse, Amerika, sorak-sorai penonton yang melingkari ring tinju pertarungan akbar kelas berat terbaik sepanjang zaman berlangsung dengan sangat mendebarkan; Tyson Si Leher Beton vs Lennox Lewis Si Juara sejati tak terkalahkan.

Selama pertandingan berlangsung Tyson hanya mampu menyarangkan 29 bogem mentahnya dari 77 yang ia keluarkan. Sementara itu, dari 123 pukulan keras Lewis, 84 jab masuk dan membuat Tyson tak berkutik. 

Tyson KO. Sumber: The Telegraph

Dikutip dari arsip majalah Gatra, Lewis secara teknis menguasai seluruh ronde. Tyson “si leher beton" praktis cuma bisa memenangkan ronde pertama. Ronde kedua bisa dibilang seri. 

Sejak ronde ketiga sampai Tyson terjungkal di menit kedua detik ke-25 ronde ke delapan, Lewis pun menang. Hakim akhirnya memberikan nilai 68-64 untuk kemenangan Lewis sampai pertandingan berhenti sebelum ronde kedelapan kelar. Tyson telak dikanvaskan dengan pukulan tangan kanan terakhir Lewis.

Tyson-Lewis. Sumber: Okezone

Satu dari kekalahan Tyson tersebut tentu tidak menghalangi niatnya untuk terus melakukan pertarungan di atas ring. Bagi Tyson, tinju adalah denyut darah  yang mengalir dari jantungnya. "Tyson akan terus bertinju untuk beberapa tahun ke depan. Sebab, dia tak punya kehidupan lain.” Ungkap Ronnie Shields, pelatihnya pada waktu itu.

Setelah beberapa kali mengalami bermacam pertarungan dan melewati fase terendah dari perjuangan keuangannya karena bangkrut, satu tahun setelahnya, (2003) ia dinobatkan Majalah Ring di nomor urut 16 sebagai  pemukul terbaik sepanjang masa dalam sejarah tinju. Namun, dua tahun kemudian karir Tyson benar-benar habis sebagai seorang petinju. Pada 11 Juni, 2005 ia menyerah TKO dan mengakui bahwa dirinya tak lagi digdaya. Ia takluk di ronde ke-6 dari petinju Irlandia, Kevin McBride.

Tysin-McBridge. Sumber: Pundit Arena

Sehari setelah kekalahannya, tepat pada tanggal hari ini, 12 Juni 2005, lelaki berpostur kuat bagai besi ini menyatakan tak akan lagi naik ring setelah kekalahan telak di MCI Center, Washington, Amerika tersebut. “Saya tak lagi punya keberanian untuk kembali bertarung," kata Tyson. "Saya tak ingin kehilangan rasa hormat pada olah raga yang saya cintai."

Daya Ledak Pukulan Tyson

Michael Gerard Tyson yang kerap dikenal sebagai Mike Tyson lahir 30 Juni 1966, New York, Amerika Serikat. Sejak kecil ia sudah sering keluar-masuk penjara anak-anak karena kenakalan, yang suka mengganggu teman-temannya. 

Sumber: nymag.com

Pernah suatu ketika ia juga dikeluarkan dari sekolahnya karena kenakalan yang sering dibuatnya. Tyson kemudian ditarik pelatih tinju terkenal, Cus D’Amato untuk belajar tinju di sekolah anak nakal. Bertubuh kecil untuk ukuran petinju kelas berat, Tyson kemudian menyeruak jadi fenomena di dunia tinju lantaran keganasannya di atas ring.

Karier Tyson berawal ketika ia mengikuti tinju amatir dan mengikuti pertandingan pertama kali secara professional pada tanggal 6 Maret 1985 di Albany. Ia mengikuti tanding tinju selama 15 kali dan memenangkan semua pertandingan melawan musuhnya dengan KO. 

Tyson. Sumber: Heightline

Setelah itu, Mike Tyson mempunyai kesempatan untuk melawan Trevor Berbick yang merupakan petinju kelas berat versi WBC. Dalam pertandingan yang dilakukan 2 ronde itu, Mike berhasil memenangkan pertarungan. Ia menjadi juara dunia dalam petinju kelas berat termuda di dunia. 

Di tahun 1987, Mike Tyson juga memenangkan perlombaan tinjunya dan memperoleh gelar WBA. Saat itu Nama Mike Tyson sangat mendunia, dan terkenal di seluruh dunia. Selain memperoleh gelar WBC, WBA ia juga mendapatkan gelar IBF dari hasil pertandingannya dalam juara tinju dunia kelas berat sejati.

Daya ledak pukulan Tyson begitu menakutkan bagi lawan-lawannya. Tyson tak punya pukulan andalan karena semua pukulannya sangat berbahaya dan mematikan. Tangan kanan dan kiri Tyson sama-sama harus diwaspadai oleh lawan-lawannya.

Tyson Juara. Sumber: RTcom

Hampir selalu kalah dalam urusan jangkauan pukulan, pertarungan Tyson menjadi sedap dipandang karena ia tak pernah mengenal kata melangkah mundur. Rumus bertinju Tyson selalu maju menyerang untuk bertukar pukulan.

Hal itu mutlak dilakukan karena bila Tyson memilih untuk mundur, ia hanya akan jadi sasaran empuk lawan-lawan yang memiliki jangkauan lebih panjang. Keberanian Tyson untuk maju dan terus bertukar pukulan didasarkan pada kehebatannya dalam hal menghindari pukulan lawan dalam jarak dekat.

Saat Tyson tengah menyerang, ia tak pernah khawatir terkena pukulan balik lawan. Tyson punya kecepatan gerak untuk menghindari pukulan. Menyerang Tyson tanpa perhitungan cermat sama saja meminta Si Leher Beton memberikan sebuah pukulan maut yang bisa langsung menghentikan serangan. Kecepatan dan akurasi pukulan 'Iron Mike' sangatlah menakutkan.

Tyson. Sumber: Livemint

Tyson adalah petinju brutal dan inilah yang menjual di mata penikmat tinju. 19 pertarungan pertama Tyson selalu diakhiri dengan kemenangan KO/TKO, 12 di antaranya terjadi di ronde pertama.

Catatan ini langsung melambungkan nama Tyson. Orang-orang rela membayar mahal untuk melihat Tyson mengakhiri pertarungan dengan secepat mungkin. Pertarungan Tyson di masa jayanya kemudian bukan lagi soal menang-kalah, melainkan di ronde berapa Tyson akan mengakhiri pertarungan, dan tentu saja ini diperlukan latihan yang berat.

Latihan Brutal Hingga Petani Ganja

TysonRanch. Sumber: Countz Life Style

Kevin Rooney, mantan pelatih Mike Tyson bercerita, salah satu kedahsyatan anak asuhnya di ring adalah lantaran latihan sehari-hari yang dijalani Tyson benar-benar serupa pertarungan sebenarnya. Latihan ganas itu terus dilakukan hingga 3-5 hari jelang pertandingan berlangsung.

"Saya pernah diminta berhenti ketika hidung Tyson berdarah saat sparring partner dilakukan. Saya kemudian membalasnya dengan berkata, apakah kalian juga ingin saya menghentikan Tyson di pertarungan saat hidungnya berdarah?," ujar Rooney mengenang.

"Pernah pula pelipis Tyson terluka tiga hari jelang pertandingan. Namun, ketika pertarungan berlangsung, luka di pelipis itu tak lagi terbuka karena Tyson bisa menghindari tiap pukulan dengan baik," kata Rooney melanjutkan.

Salah satu sparring partner Tyson mengatakan, dirinya dibayar bukan untuk menerima pukulan Tyson mentah-mentah melainkan untuk menghindarinya. "Saya tidak membual. Saya dibayar agar saya bisa menghindari pukulannya, dan saya pastinya tidak ingin bunuh diri (dengan rela dipukul Tyson)," tuturnya.

Tyson memang tak sempurna. Bila kalimat andai disematkan pada perjalanan hidupnya, maka banyak penggemarnya yang bakal berkata "andai saja Tyson bisa menjaga kehidupan pribadinya usai menjadi juara dunia di akhir tahun 1980-an..."

Terlepas dari hal itu, seiring banyaknya kekalahan dan kejadian yang memalukan di karier Tyson, sosok petinju yang sempat  bermain di film The Hangover itu tetaplah menjadi warna berbeda yang mencolok dalam sejarah tinju dunia.

Lebih-lebih ketika di tahun lalu ia sempat membuat sensasi baru, yakni membuka 40 hektare kebun ganja di California Selatan. Kebun ganja itu terletak di dekat Taman Nasional Death Valley, atau 110 km di utara Los Angeles.

Kebun ganja tersebut diberi nama Tyson Ranch. Dia melakukan bisnis penanaman ganja bersama dua rekan bisnis yang tidak disebutnya namanya. Tyson tidak memanfaatkan seluruh lahan untuk perkebunan, tapi membaginya menjadi beberapa bagian untuk berbagai aktivitas.

Lahan perkebunan akan memakan luas sekitar 20 hektare. Sisanya dia pakai untuk pabrik pengolahan, penyemaian bibit, laboratorium, area perkemahan, sampai sekolah soal ganja bernama Tyson Cultivation School, yang ditujukan bagi para petani baru yang meminati budi daya ganja.

Untuk diketahui sebelumnya, ganja adalah tanaman yang dilegalkan di Negara Bagian California sejak Januari 2018. Ganja di California diperbolehkan bagi kepentingan pengobatan yang dapat dibeli dengan resep dokter, maupun pemakaian sehari-hari. Seseorang boleh memiliki ganja untuk kepentingan pribadi secara bebas hingga seberat 28 gram.

Dari beberapa fragmen di atas, seorang Tyson Si Leher Beton akan selalu dikenang penikmat laga tinju di seluruh dunia lewat kebrutalannya di atas ring, tentang nostalgia menebak di ronde ke berapa Tyson akan menang, sambil sesekali mengiringinya dengan cerita-cerita kontroversial dalam hidupnya. 



Berita Terkait