Foto: Antaranews.com

Polisi: Terduga Pelaku Bobol ATM DKI Dari 12 Jadi 41 Orang

Ceknricek.com -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menemukan sejumlah oknum baru yang diduga pelaku baru dalam kasus pembobolan Bank DKI. Tak tanggung-tanggung, dari 12 oknum anggota Satpol PP yang diperiksa, kini berkembang menjadi 41 orang.

Informasi itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (22 /11). Menurutnya, dari 41 orang yang telah dipanggil, baru 25 orang yang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

Meski tidak merinci secara detail, Yusri mengatakan 41 orang yang diperiksa tersebut tidak seluruhnya anggota Satpol PP. Ia menambahkan, sejauh ini semua pihak yang diperiksa masih berstatus saksi, dan belum ada penetapan tersangka.

Seperti diketahui, sebelumnya 12 oknum anggota Satpol PP diduga membobol Bank DKI, berdasarkan pengakuannya pada Kasatpol PP DKI Arifin.

Mereka melakukan tindakan di mesin ATM Bersama dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI, sejak Mei 2019. Belasan oknum tersebut melakukan penarikan dengan sengaja menyalahkan PIN ATM pada percobaan pertama dan PIN yang benar pada percobaan kedua. Penarikan uang di ATM Bersama itu, tidak mengurangi saldo mereka di Bank DKI sehingga menimbulkan kerugian sebesar Rp32 miliar.

Diduga Salah Sistem

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menduga telah terjadi kesalahan sistem perbankan terkait kasus dugaan pembobolan Bank DKI Jakarta. "Kasus bobolnya uang di Bank DKI, menunjukkan sistem perbankan di sana ada yang keliru," kataya.

Baca Juga: 12 Anggota Satpol PP yang Diduga Bobol Bank DKI Dipecat

Mohamad Taufik meminta agar sistem perbankan di Bank DKI harus dievaluasi secara menyeluruh sehingga bisa meyakinkan nasabah bahwa bank tersebut jauh dari persepsi rawan dibobol.

Pasalnya, kata dia, Direktur Utama Bank DKI yang baru memiliki visi besar dan mampu mengatasi hal tersebut. Apalagi, Bank DKI dipercaya mengelola dan menyimpan anggaran penyertaan DKI hingga Rp80 triliun per tahun dan dalam lima tahun, putaran uang bank DKI mencapai Rp400 triliun.

Taufik menduga ada oknum orang dalam Bank DKI yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia meminta manajemen Bank DKI membersihkan jajarannya dari oknum-oknum jahat di lingkungannya.

"Periksa semua orang itu. Tangkap. Kalau Bank DKI merasa dirugikan, laporkan. Di internal juga ditelusuri. Dirut Bank DKI yang baru harus tegas memproses hukum oknum itu. Kalau masih terganggu oleh pembobolan begini, visinya tidak tercapai," tegas Taufik.

BACA JUGA: Cek SEJARAH, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait