Rupiah Loyo Dipicu Data Defisit Neraca Perdagangan | Cek&Ricek
Foto: Antaranews.com

Rupiah Loyo Dipicu Data Defisit Neraca Perdagangan

Ceknricek.com -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (15/1) sore, ditutup melemah setelah pengumuman defisit neraca perdagangan Desember sekitar US$30 juta dan defisit sepanjang 2019 sebesar US$3,2 miliar dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,11 persen di level Rp13.695 per US$ dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.680 per US$.

"Realisasi ini lebih baik ketimbang ekspektasi dari para analis," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada Antara di Jakarta.

Baca Juga: Didukung Sentimen Positif, Rupiah dan IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan

Sementara itu dari eksternal, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan fase satu hari ini, karena Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan tarif barang-barang China akan diberlakukan sampai selesainya perjanjian fase dua.

Negosiasi fase dua kemungkinan tidak akan dimulai sampai setelah pemilihan Presiden Amerika pada November mendatang.

Rupiah pada Rabu (15/1) pagi, dibuka melemah Rp13.684 per US$ sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.684 per US$ hingga Rp13.720 per US$.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.706 per US$ dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.654 per US$.

BACA JUGA: Cek HEADLINE Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait