Foto: Istimewa

Saat Arteria Dahlan Lahir, Emil Salim Menteri Perhubungan

Ceknricek.com -- Profesor Dr. Emil Salim yang disebut "sesat" oleh politisi PDIP Arteria Dahlan saat diskusi politik di program Mata Najwa, Rabu (9/10) malam. Tindakan itu memicu reaksi warganet yang menilai Arteria tak tahu adab. Usia mereka terpaut 45 tahun. Saat Arteria lahir, Emil Salim bahkan sudah menjadi pejabat tinggi negara: Menteri Perhubungan Kabinet Pembangunan II.

Emil Salim memang bukan tokoh sembarangan. Ia disegani sekaligus dihormati banyak kalangan, termasuk Presiden Joko Widodo. Ia salah satu sosok yang diundang presiden ke Istana untuk membagi persoalan di Indonesia termasuk revisi UU KPK.  Emil diundang bersama sejumlah tokoh lain seperti Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Azyumardi Azra, Mahfud MD, Sudhamek, hingga Christin Hakim, dan Butet Kartaradjasa.

Lahir di Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930, Emil Salim adalah putra dari Baay Salim dan Siti Syahzinan dari Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan keponakan dari Pahlawan Nasional Indonesia, Haji Agus Salim.

Sumber: Tempo

Emil Salim dikenal sebagai ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan juga politisi Indonesia. Ia salah seorang di antara sedikit tokoh Indonesia yang berperan dunia internasional. Namanya tercatat sebagai penerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. Ia dianugerahi Blue Planet Prize pada 1994 dan  2006 dari The Asahi Glass Foundation.

Di pemerintahan, Emil Salim pernah menjabat Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas (1971-1973), Menteri Perhubungan(Kabinet Pembangunan II (1973-1978), Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III (1978-1983),  dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Pembangunan V (1983-1993).

Setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Arteria Dahlan Dikecam Habis Warganet

Emil Salim tercatat sebagai salah seorang putra bangsa yang paling lama mengabdi di pemerintahan. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 10 April 2007dan pada 25 Januari 2010, dilantik kembali untuk periode kedua sekaligus menjadi ketuanya.

Arteria Dahlan

Lahir di Jakarta, 7 Juli 1975, Arteria Dahlan adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Pada periode 2014-2019 ia duduk di Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum dan keamanan.

Sumber: Garuda News

Sebelum terjun ke politik, Arteria Dahlan dikenal sebagai seorang pengacara. Kariernya berawal saat ia magang kantor hukum Hadiputranto & Partners (1999-2000). Ia kemudian menjadi pengacara di kantor hukum Hutabarat, Halim & Rekan (2000-2002), dan pengacara senior di Bastaman & Co (2002-2005), berlanjut menjadi partner di kantor yang sama (2005-2009)

Pengalaman tersebut meyakinkan dirinya mulai membangun kantor hukum sendiri bernama Arteria Dahlan Lawyers (2009). 

Pada 23 Maret 2015, ia dilantik menjadi Pejabat Antar Waktu (PAW) DPR RI periode 2014-2019, menggantikan Djarot Syaiful Hidayat yang sedang menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Kini, ia menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 yang menangani bidang hukum, HAM dan keamanan.

Lulus dari SMA 70, Jakarta Selatan pada 1993, Arteria melanjutkan belajar di Teknik Elektro-Diploma, Universitas Trisakti (1993-1999). Di saat yang sama dia juga kuliah di Ilmu Hukum-S1, Universitas Indonesia (1994-1994). Arteria kemudian melanjutkan kuliah S2 Ilmu Hukum Ketatanegaraan Universitas Indonesia hingga meraih gelar master pada 2014. 

Sumber: Surat Kabar

Sebagai politikus, Arteria dikenal vokal. Namun beberapa kali gaya debatnya baik saat sidang di DPR RI maupun di talk show televisi memicu kontroversi. Pada 28 Maret 2018 lalu, nama Arteria juga ramai diperbincangkan karena menyebut Kementerian Agama dengan kata 'Ba*g**t. Sehari kemudian dia meminta maaf atas ucapannya itu.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini. 



Berita Terkait