Foto: Kompas

Stabilisasi Massa, Polisi Kirim Personel ke Monokwari, Timika, dan Fakfak

Ceknricek.com -- Aksi massa terjadi di dua tempat di Papua, Fak-fak dan di Timika. Aksi warga di Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (21/8), yang awalnya mengusung misi damai, mulai melempari Gedung DPRD Mimika dengan batu.

Aparat kepolisian terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk  meredakan aksi. Mereka dilaporkan merasa kecewa karena telah lama menunggu kedatangan Ketua DPRD Mimika dan Bupati Mimika yang tak kunjung hadir.

Lebih dari seribu orang warga dari berbagai wilayah di Timika, Kabupaten Mimika, turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi anti-rasisme, terkait insiden yang menimpa mahasiswa Papua di Malang, Provinsi Jawa Timur, 16 Agustus lalu.

Aksi Massa di Fak-fak

Aksi massa demo yang terjadi di Fak fak memang diwarnai dengan pembakaran termasuk di sejumlah wilayah di Pasar Tambaruni.

Sumber: Kompas

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey mengatakan, Kapolres Fakfak bersama aparat TNI dan Polri sudah berada di lokasi untuk mengamankan massa. AKBP Krey menjelaskan, laporan terakhir kondisi di Fakfak masih terkendali. Ia berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Baca Juga: Tokoh dan Masyarakat Papua Sambangi Polda Metro Jaya

Polisi Kirim Personel

Sebanyak 570 personel Brimob dari tiga kepolisian daerah ditugaskan menjaga situasi keamanan di Manokwari, Papua Barat, Rabu (21/8).

Sumber: Ashar/Ceknricek.com

"Perkembangan situasi kamtibmas di Manokwari hari ini, pasukan Brimob dari Polda Suawesi Utara, Polda Maluku, dan Polda Sulawesi Tenggara masing-masing 190 personel diperbantukan untuk menjaga keamanan di Manokwari," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/8).

Sedangkan untuk menjaga situasi keamanan di Sorong Kota, jumlah personel Brimob dari Polda Sulawesi Selatan dan Polda Bali yang ditugaskan ada 390 orang.

Menurut Brigjen Dedi, situasi keamanan di Manokwari dan Sorong secara keseluruhan telah kondusif dan kegiatan masyarakat pun telah normal kembali.

"Sudah ada kesepakatan masyarakat hari ini sudah tidak ada lagi yang turun ke jalan," katanya.

Ia menyebutkan kondisi tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi di bawah gubernur, Pangdam, Kapolda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan kepala suku yang bersama-sama menghentikan upaya anarkis.

Selain ditugaskan untuk menjaga keamanan, TNI-Polri bekerja sama dengan pemda setempat dibantu masyarakat membersihkan sisa-sisa aksi pembakaran dan perusakan di sejumlah lokasi di Manokwari dan Sorong.

Kepolisian Daerah Papua Barat, akan mengirim personel Brimob ke Fakfak guna membantu pemulihan keamanan di wilayah tersebut .

"Memang kami sudah minta bantuan dan akan segera dikirim personel Brimob dari Makassar," kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey.

Ia menambahkan, 100 personel akan ditempatkan di Fakfak, yang memang diwarnai dengan pembakaran termasuk di sejumlah wilayah di Pasar Tambaruni.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini. 



Berita Terkait