Ada Peran Imigran Turki Di Balik Vaksin COVID-19 Buatan Pfizer | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Ada Peran Imigran Turki Di Balik Vaksin COVID-19 Buatan Pfizer

Ceknricek.com -- Sejak pengumuman hasil uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 dari raksasa farmasi Amerika Serikat Pfizer, harapan masyarakat dunia akan berakhirnya pandemi COVID-19 mulai melambung tinggi.

Vaksin yang menggunakan metode mRNA itu merupakan hasil kerja sama Pfizer dengan lembaga riset kesehatan Jerman, BioNTech. Pfizer dalam pernyataan resminya pada Selasa, (11/11/20) menyatakan tingkat kemanjuran vaksin tersebut lebih dari 90 persen.

Lantas, siapakah penemu vaksin COVID-19 tersebut? Publik dunia diselimuti rasa penasaran terkait sosok dibalik penemuan vaksin yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) cukup menjanjikan. 

Seperti dilansir Associated Press yang dipantau di Jakarta, Sabtu, (14/11/20) penemuan vaksin corona merupakan berkat kerja keras pasangan suami istri asal Jerman Dr. Ugur Sahin dan Dr Özlem Türeci. Keduanya merupakan imigran Turki yang mendirikan BioNTech. 

Dr. Ugur Sahin menjabat sebagai CEO BioNTech, sementara istrinya Dr. Ozlem Tureci menjadi Chief Medical Officer di lembaga tersebut. Pasangan suami istri ini merupakan imigran keturunan Turki. Sahin berpindah ke Jerman saat masih berusia 4 tahun, sedangkan Tureci lahir dan besar di Jerman. 

Klik video untuk tahu lebih banyak - SOSIALISASI 3M DARI EKO PATRIO

Sahin berasal dari Iskenderun, sebuah kota dekat perbatasan Turki sedangkan ayahnya Tureci dari Istanbul. Pasangan suami istri Sahin-Tureci sama-sama berprofesi sebagai dokter. Keduanya mengenyam pendidikan kedokteran yang berbeda. Sahin merupakan anak pekerja pabrik mobil mengenal dunia medis lewat buku-buku sains, sedangkan Tureci lahir dari keluarga yang berlatar belakang medis. Ayahnya seorang dokter bedah.

Tahun 2000 Sahin dan Tureci mendapat tugas memimpin unit penelitian di Universitas Mainz, Jerman. Setahun kemudian keduanya mendirikan Ganymed Pharmaceuticals yang berfokus pengembangan antibodi pengobatan kanker. Ganymed kemudian mendapat sokongan dana dari miliarder Jerman Thomas dan Andreas Strungmann. 

Sukses membangun Ganymed, pasangan Ugur Sahin-Ozlem Tureci memutuskan menikah dan langsung bekerja di laboratorium. Berkat penemuan vaksin COVID-19, pasangan suami istri ini sekarang mendadak jadi miliarder. Saham BioNTech melonjak di pasaran Kekayaan Sahin-Tureci diprediksi mencapai 4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp56,5 triliun.

Baca juga: Bahas Vaksin Sputnik V, WHO Undang Rusia Duduk Bersama

Baca juga: Dinilai Cocok dan Efektif, Satgas COVID-19 Terbuka untuk Vaksin Pfizer



Berita Terkait