Foto: Doc. Anies Baswedan

Anies Baswedan: Rakornas Pengadaan 2019 Ajak Warga Jadi Mitra

Ceknricek.com -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Rakornas Pengadaan 2019 adalah hasil kerja sama pemerintah dengan warganya sebagai mitra.

"Visi jakarta sebagai sebuah ibu kota, kita ingin kota yang maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua," kata Anies dikutip laman Facebooknya, Jumat (8/11).

Anies mengatakan, kata kuncinya adalah warga terlibat atau dalam bahasa kita sehari-hari, gotong royong. "Republik ini, kota ini harus dibangun dengan semangat gotong royong. Maka kita menerjemahkan visi ini menjadi kerangka kerja di pemerintah," katanya.

Anies sangat bersyukur dengan terbitnya Perpres No. 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa yang memberikan peluang untuk mengajak warga melalui swakelola tipe 3 dan 4.

"Jika selama ini pemerintah melaksanakan sendiri program-programnya dan warga menunggu dilayani saja (City 1.0), sekarang kami bisa mengajak warga menjadi mitra pemerintah, bersama-sama menyelesaikan masalah kotanya. Ini yang kita sebut sebagai City 4.0," jelas Anies.

Prinsip keterlibatan publik ini dijalankan dalam integrasi transportasi publik di Jakarta. Pemprov DKI ingin menghubungkan seluruh jakarta (90%), dimana setiap 500 meter ada halte kendaraan umum. Kalau Pemprov mengerjakan itu sendiri maka pihaknya harus membeli ribuan bus baru.

"Tapi yang kami lakukan, kita undang semua operator kendaraan umum, menyusun bersama sebuah kolaborasi, operator-operator itu masuk ke e-katalog, kita membayar jasa mereka per kilometer," ungkap Anies.

Yang terjadi kemudian, menurut Anies, jaringan transportasi Jakarta terintegrasi: JakLingko.

Foto: Doc. Anies Baswedan

Baca Juga: Ini Alasan Atap JPO Sudirman Dihilangkan

"Kita bisa naik angkot dari mana saja, pindah ke TJ dengan satu kartu dalam 3 jam. Operator angkutan umum usahanya tumbuh, jaringan transportasi kita tumbuh, waktu tempuh warga di jalan juga berkurang karena angkot tidak lagi ngetem. Dengan kolaborasi JakLingko ini kita berhasil meningkatkan jumlah penumpang Transjakarta 2 kali lipat dalam 2 tahun," terang Anies.

Contoh berikutnya, Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT AS). Selama ini rata-rata 30% anak-anak masuk sekolah tanpa sarapan pagi, padahal asupan gizi di pagi hari sangat menentukan kemampuan menyerap pelajaran.

Sejak tahun 2018 Pemprov DKI bekerja sama dengan komite sekolah dan orang tua melalui pengadaan swakelola tipe 4. Pemrov yang menyediakan anggarannya, para ibu-ibu, orang tua murid yang memasak sarapan, dengan menu yang gizinya diawasi Dinkes DKI.

Foto: Doc. Anies Baswedan

"Kalau orangtua yang memasak sendiri, tentu mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Kini PMT-AS sudah memberikan sarapan pagi untuk 35 ribu anak sekolah di Jakarta setiap pagi," kata Anies.

Anies terus mendorong kolaborasi warga dalam pengadaan barang dan jasa, tercatat di LKPP ada 17 katalog dengan 4.857 item, lalu di e-order juga telah terdaftar 14 ribu UMKM sebagai bagian dari Pengembangan Kewirausahaan Terpadu.

"Terima kasih atas bimbingan LKPP selama ini, kita berharap bisa terus kembangkan dan mendorong lebih luas keterlibatan warga. Dengan pendekatan pembangunan seperti ini harapannya dapat mencapai tujuan kita: Keadilan Sosial," tutup Anies.

BACA JUGA: Cek OPINI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait