Foto: Muhammad Ridwan Alimuddin

Ekspedisi Pelayaran Perahu Padewakang ke Australia 2019

Meretas sejarah pelaut Bugis-Makassar menemukan benua Australia

Ceknricek.com -- Perahu kayu bernama Padewakang ini, kini telah rampung di tangan Panrita Lopi setelah sekian bulan ditempa di kawasan pembuatan perahu, Tana Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Perahu tradisional pendahulu perahu Pinisi ini diproyeksikan akan menapaktilasi sejarah silamnya berlayar mengarungi lautan dari Sulawesi Selatan menuju Benua Australia pada Desember tahun ini. Catat! Berlayar tanpa mesin. 

Dilansir dimedia online tagar.id, perahu Padewakang rencananya berangkat dari Bulukumba menuju Makassar pada 22 November dan 1 Desember memulai pelayarannya ke Australia. Bertepatan dengan peringatan 250 tahun kedatangan Kapten James Cook di Australia Timur pada 1770 masehi.

Foto: Muhammad Ridwan Alimuddin

Aboriginal, pribumi Australia, ingin menunjukkan bahwa nenek moyangnya telah memiliki hubungan kekerabatan di Sulawesi, jauh sebelum orang barat menginjak tanah mereka. Salah satu aspek penting yang disematkan pada misi pelayaran ini adalah mengenang momentum hubungan Australia-Indonesia yang erat kaitannya dengan Islam. 

Penanggungjawab ekspedisi Padewakang,  Horst Liebner menjelaskan, "Tujuh puluh tahun sebelum James Cook datang, pelaut Sulawesi sudah lebih dulu masuk ke Australia. Tujuan pelayaran Padewakang adalah untuk menyadarkan khayalak Australia bahwa sejarah Australia itu berwarna warni, dan bahwa Islam dan orang Sulawesi punya andil yang cukup besar dalam sejarah itu," ungkapnya. 

Foto: Muhammad Ridwan Alimuddin

Pelayaran napak tilas ini diselenggarakan oleh Yayasan Abu Hanifah Institute, Sydney-Australia yang sekaligus mendanai pembuatan perahu Padewakang. Pelayarannya merupakan bentuk pelestarian tradisi dan pengetahuan pembuatan perahu yang dimiliki secara turun temurun serta menunjukkan peran pelaut Sulawesi Selatan dalam sejarah penemuan benua Australia. Ekspedisi pelayaran Padewakang juga sebagai bentuk diplomasi budaya maritim yang menasbihkan bahwa orang Indonesia memang adalah bangsa pelaut sejati. 

BACA JUGA: Cek OLAHRAGA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait