GKI Akan Diberi Nama Abdullah bin Nuh, Ulama Bogor Menolak | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Sumber: Istimewa

GKI Akan Diberi Nama Abdullah bin Nuh, Ulama Bogor Menolak

Ceknricek.com—Rencana Ketua Majelis Jemaat GKI Pengadilan Bogor, Krisdianto, yang akan menamai GKI Yasmin dengan nama GKI Abdullah bin Nuh, ditolak keras KH. Muhyiddin Junaidi. Ulama asal Bogor yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini mengaku, penolakan itu atas kesepakatan seluruh ulama kota Bogor.

Menurut Kyai Muhyiddin, penamaan gereja dengan nama seorang ulama secara teologis tidak tepat. Selain itu, GKI Yasmin adalah entitas lokal yang tidak sepadan dengan nama besar KH. Abdullah bin Nuh, yang selain ulama yang sangat dihormati juga seorang pejuang kemerdekaan dari Kota Bogor.

“Kalau misalnya ingin balas jasa terhadap Pemkot Bogor, ya silahkan saja dikasih nama GKI Bima Arya atau siapalah. Karena penamaan Abdullah bin Nuh bisa jadi simbolisasi jika mereka ingin agar publik aware terhadap gereja itu,”ujar Kyai Muhyiddin, saat dihubungi Selasa (15/6/21).

Namun Muhyiddin menegaskan, sejauh ini penolakan itu belum disampaikan ke pihak GKI Yasmin. Terkait restu Ketua MUI Kota Bogor, KH Mustofa, yang juga anak kandung dari Abdullah bin Nuh, Kyai Muhyiddin tidak mempermasalahkan.

“Kita, ulama Bogor, punya sikap sendiri. Karena beliau (Abdullah bin Nuh ) milik umat. Apalagi saya juga belum tahu, apakah restu penggunaan nama itu benar-benar bulat, atau masih lonjong,”tambah Kyai Muhyiddin.

Dalam waktu dekat, Kyai Muhyiddin bersama ulama se-Kota Bogor akan memberikan konferensi pers. Ia juga bakal bertabayyun pada KH Mustofa yang juga teman dekatnya.

“Nanti akan saya kirim juga statemen beliau soal hibah tanah Pemkot Bogor pada GKI Yasmin. Intinya, Kyai Mustofa menyatakan warga Bogor itu toleran. Tapi tidak secara spesifik mengijinkan nama Kyai Abdullah bin Nuh jadi nama gereja. Insyallah penolakan ini sudah final,”ujar Kyai Muhyiddin.

Usulan penamaan GKI dengan nama Abdullah bin Nuh, menurut Krisdianto sesuai dengan nama jalannya. Krisdianto juga memastikan, rencana penamaan itu telah mendapat persetujuan dari KH Mustofa. “Sudah ada izin dari Ustad Toto—panggilan Mustofa,” ujar Krisdianto dikutip dari Tempo.co.


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait