Foto: Berita Satu

Global 2000: Ada Sumbangan Para Perokok

Ceknricek.com -- Majalah Forbes belum lama ini merilis daftar Global 2000 yang berisi daftar perusahaan publik global terbesar pada tahun ini. Enam perusahaan Indonesia, masuk daftar tersebut. PT Gudang Garam Tbk. adalah salah satunya.

Daftar berjudul Perusahaan Publik Terbesar di Dunia pada 2019 itu mendasarkan kriteria perusahaan pada empat aspek: penjualan atau pendapatan, keuntungan, aset, dan nilai pasar.

Perusahaan rokok asal Kediri Jawa Timur ini masuk dalam peringkat 1448. Menurut Forbes, penjualan rokok PT Gudang Garam mencapai US$6,7 miliar (Rp95,5 triliun), keuntungan US$547 juta (Rp7,7 triliun), aset US$4,8 miliar (Rp68,4 triliun), dan nilai pasar US$10,8 miliar (Rp153,9 triliun).

Global2000. Sumber: Forbes

Gudang Garam didirikan Tjoa Jien Hwie alias Surya Wonowidjoyo pada 26 Juni 1958. Surya memilih lokasi di jalan Semampir II/l, Kediri, di atas tanah seluas ± 1000 m2 milik Muradioso dalam memulai bisnisnya. Di sini ia memproduksi rokok sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Ing Hwie. Setelah dua tahun berjalan, Ing Hwie mengganti nama perusahaannya menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam.

Kini, bersama tiga emiten rokok, Gudang Garam terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain PT Gudang Garam Tbk., ada PT HM Sampoerna Tbk., PT Wismilak Inti Makmur Tbk., dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Angka-angka yang dilansir Forbes adalah berdasar kinerja Gudang Garam tahun lalu. Data terbaru lebih ciamik lagi. Berdasarkan laporan terakhir, pendapatan emiten dengan kode saham GGRM ini mencapai Rp26 triliun pada kuartal I-2019. Angka ini naik 19,15% dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp21,98 triliun. Seiring peningkatan pendapatan, emiten rokok ini mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 21,12% year on year (yoy) menjadi Rp21,27 triliun.

Selanjutnya, Gudang Garam juga mencatatkan laba bersih yang meningkat yakni menjadi Rp2,35 triliun per kuartal I-2019. Angka ini naik 24,33% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,89 triliun.

Sumber: Gudang Garam

Belakangan ini Gudang Garam menahan diri untuk menaikkan harga rokok demi meningkatkan market share. Kendati demikian, analis memperkirakan pendapatan Gudang Garam tetap naik sekitar 6% yoy menjadi Rp101,71 triliun. Sementara itu, laba bersih diperkirakan naik sekitar 9% secara tahunan menjadi Rp8,51 triliun.

Naiknya pendapatan produsen rokok Gudang Garam ini mengiringi naiknya volume penjualan rokok sepanjang tahun ini yang diperkirakan 0,5% secara tahunan. Pertumbuhan ini sudah mempertimbangkan tidak adanya kenaikan cukai rokok.

Cukai

Industri rokok memberi kontribusi positif terhadap perekonomian negara. Mulai dari sumbangan cukai rokok terhadap penerimaan negara hingga menciptakan lapangan kerja. Dari sisi penerimaan negara, cukai rokok pada 2018 menyumbang sebesar Rp153 triliun. Sementara dari sisi ketenagakerjaan, industri rokok menyerap lebih dari 7 juta tenaga kerja. Lebih dari itu, industri rokok juga melahirkan orang-orang terkaya Indonesia.