KSP: Masyarakat Tak Perlu Terprovokasi Soal Kehalalan Vaksin COVID-19 | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Foto: Istimewa

KSP: Masyarakat Tak Perlu Terprovokasi Soal Kehalalan Vaksin COVID-19

Ceknricek.com -- Vaksin COVID-19 yang rencananya akan hadir minggu ketiga Desember 2020 mendapat reaksi beragam dari khalayak ramai. Tak sedikit publik yang meragukan kehalalan vaksin corona tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi soal kehalalan vaksin COVID-19.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, (5/11/20) Rumadi mengimbau warga untuk menunggu pernyataan resmi dari lembaga terkait seperti MUI dan Ormas Islam lainnya. Menurutnya, pemerintah melibatkan sejumlah organisasi keagamaan untuk memastikan informasi yang jelas dan benar tentang vaksin COVID-19.

“Pemerintah ingin ada keterbukaan informasi terkait produksi vaksin,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan vaksin merupakan ikhtiar untuk mencegah bahkan mengobati penyakit. Oleh sebab itu, berbagai riset untuk mencari vaksin harus didukung karena hal itu sejalan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Klik video untuk tahu lebih banyak - SOSIALISASI 3M DARI MIING BAGITO

“Kata Rasul, likulli da/in dawaa’ atau setiap penyakit pasti ada obatnya, namun obat harus diupayakan dan dicari, tidak datang dengan sendirinya,” tambahnya.

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) ini meyakini para ulama mempunyai perangkat keilmuan dan kearifan untuk tidak menghalangi penggunaan vaksin jika vaksin yang tersedia belum bisa dipastikan kehalalannya. Walau demikian, lanjut Rumadi pada prinsipnya segala sesuatu yang masuk dan dikonsumsi umat Islam sangat penting memastikan kehalalannya.

“Tapi dalam keadaan darurat, jika belum ada obat yang lain, Islam tidak melarang mengkonsumsi obat/vaksin tersebut,” jelasnya.

Rumadi Ahmad merujuk pada hukum Islam mengenai kondisi darurat atau nadhriyat ad-darurah. Ada juga pembahasan tentang rukhsah atau kemudahan yang diberikan Allah SWT. Kemudahan itu sebagai jalan bagi umat Islam jika dihadapkan pada situasi yang mengancam jiwa, yakni hal yang sangat dilindungi Islam (hifz an-nafs).

“Para ulama Indonesia pasti sangat memahami hal tersebut dan akan memberi panduan yang memudahkan bukan mempersulit,” pungkasnya. 

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Dimulai Minggu Ketiga Bulan Desember

Baca juga: Pemerintah Finalisasi Roadmap Vaksinasi Nasional



Berita Terkait